GREENBERITA.com- Harapan puluhan tahun masyarakat Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, untuk menikmati aliran listrik mulai menemukan titik terang. PLN memastikan pembangunan jaringan listrik ke wilayah tersebut segera dimulai dan ditargetkan sudah menyala sebelum Natal 2026.
Listrik Segera Masuk Hasinggaan Kabupaten Samosir sebelum Natal 2026, 150 KK Bakal Rasakan Manfaatnya (8/9- Ferndt/gb)
Kepastian itu disampaikan Manager PLN UP3 Bukit Barisan Megantara Vilanda Setyawan saat bersama Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom meninjau titik pembangunan jaringan listrik di Dusun III Pinal dan Dusun II Bahal-bahal, Desa Hasinggaan, Selasa (8/9/2026).
Megantara mengatakan proses lelang pembangunan jaringan listrik tersebut telah selesai dan kini memasuki tahapan pengadaan. Jika tidak ada kendala di lapangan, pekerjaan ditargetkan mulai bergerak dalam waktu dekat.
Pembangunan jaringan listrik akan mencakup sekitar 10 kilometer dengan kurang lebih 250 tiang, terutama untuk pembenahan dan pembangunan jaringan menuju Dusun Pinal dan Bahal-bahal. Diperkirakan sekitar 150 kepala keluarga akan mendapatkan manfaat dari pembangunan tersebut.
“Listrik menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Kita usahakan yang terbaik. Target kami sebelum Natal 2026 sudah terang benderang. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar pada malam hari, aktivitas masyarakat semakin mudah dan ekonomi juga akan tumbuh,” kata Megantara
Menurut Megantara, PLN telah mendengar aspirasi masyarakat Hasinggaan dan usulan Pemerintah Kabupaten Samosir sejak beberapa waktu lalu. Karena itu, pihaknya memastikan pelayanan kelistrikan di Samosir menjadi perhatian khusus.
Untuk mempercepat pembangunan, ia meminta dukungan pemerintah desa dan masyarakat, khususnya terkait lahan yang bersinggungan dengan pembangunan jaringan listrik.
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Gultom menyatakan pembangunan infrastruktur di Hasinggaan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah.
Sebelumnya, Pemkab Samosir telah melakukan pembenahan akses jalan dan pembangunan jembatan sehingga wilayah yang dulunya hanya memanfaatkan jalur danau kini sudah dapat dijangkau kendaraan melalui jalur darat.
“Pemkab Samosir sudah membuka keterisolasian di daerah ini dengan membangun jembatan dan jalan. Setelah akses terbuka dan kendaraan sudah bisa masuk, tentu berikutnya kebutuhan listrik juga harus kita penuhi,” katanya.
Vandiko menilai pembangunan di kawasan tersebut tidak hanya berbicara mengenai kebutuhan hari ini. Hasinggaan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sektor pertanian maupun pariwisata.
Bahkan, ke depan kawasan tersebut diproyeksikan dapat menjadi salah satu jalur alternatif menuju wilayah Dairi dan Karo. Karena itu, Bupati meminta pembangunan infrastruktur dilakukan dengan visi jangka panjang.
“Kalau membuka jalan, jangan berpikir hanya untuk lima tahun. Kita berpikir untuk 50 tahun ke depan. Harapan kita ke depan jalan ini bisa semakin lebar, bahkan sekitar 15 sampai 16 meter,” ujar Vandiko.
Bupati Vandiko juga mengajak masyarakat bersama-sama mendukung proses pembangunan, terutama apabila terdapat titik pembangunan yang bersinggungan dengan lahan masyarakat. Ia berharap tidak ada kendala pembebasan atau penggunaan lahan yang dapat menghambat percepatan pembangunan jaringan.
“Kalau ada lokasi yang bersinggungan dengan tanaman atau lahan masyarakat, mohon didukung. Jangan sampai ada masyarakat yang menolak. Kita ingin pembangunan ini berjalan dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” kata Vandiko.
Selain pembangunan jaringan listrik di Hasinggaan, Vandiko meminta PLN membantu penataan jaringan kabel di kawasan Kantor Bupati dan Rumah Dinas Bupati serta kawasan wisata lainnya.
Penataan tersebut dinilai penting untuk mendukung Kabupaten Samosir sebagai daerah yang terus memperkuat citra lingkungan bersih dan asri yang sudah mendapat penghargaan dari pemerintah pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Vandiko mengapresiasi peran PLN dalam mendukung pembangunan di Samosir, khususnya bidang pertanian di kawasan pertanian terpadu (KPT) yang tengah dikembangkan Pemkab Samosir.
“Kita berharap sinergi yang baik dengan PLN ini terus dilanjutkan. Bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga mendukung pembangunan dan aktivitas masyarakat, termasuk sektor pertanian,” ujarnya.
Bagi masyarakat Hasinggaan, kedatangan Bupati bersama jajaran PLN bukan sekadar kunjungan biasa. Kehadiran tersebut menjadi tanda bahwa aspirasi yang selama ini disampaikan sudah mendapatkan jawaban.
Setelah jalan mulai membuka akses menuju wilayah mereka, penerangan pun kini sedang dalam perjalanan.
Ridu Sagala, warga Dusun II Bahal-bahal, mengaku optimistis listrik segera masuk ke wilayah mereka.
“Kami sangat percaya kehadiran Pak Bupati dan PLN akan memenuhi janji untuk Desa kami, tentu kami sangat senang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Daulat Sitohang, warga Dusun III Pinal. Ia mengaku bersyukur karena aspirasi masyarakat yang sudah berlangsung lama akhirnya mulai terealisasi oleh Pemkab Samosir.
“Kami merasa bersyukur, doa kami akhirnya terealisasi. Kami terobati dengan kehadiran Bupati Vandiko. Kalau ada yang perlu kami bantu untuk kelancaran pembangunan, kami siap,” katanya.
Menurut Daulat, masyarakat juga merasakan perubahan setelah pembangunan infrastruktur jalan mulai dilakukan.
Ia memastikan masyarakat akan mendukung pembangunan jaringan listrik selama untuk kepentingan bersama.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala ULP PLN Pangururan Jefri Manik, Camat Sianjur Mula Mula Andri P. Limbong serta sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Samosir.**(Gb-ferndt01)





