Notification

×

Iklan

Iklan

Mendagri Dukung Gebrakan Gubsu Bobby Satukan 10 Gubernur: Sumatera Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

9 Sep 2026 | 22:24 WIB Last Updated 2026-09-09T15:24:46Z

Gubsu Bobby Afif Nasution bersama Mendagri M Tito Karnavian beserta Gubernur dan Wakil Gubernur se-Sumatera, mengikuti Rakor Gubernur Se Sumatera dalam rangka pertemuan tingkat Mentri, Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di JW marriot Hotel Medan, Rabu (9/9- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendukung langkah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mempertemukan 10 gubernur se-Sumatera untuk menyatukan kekuatan dan gagasan dalam mendorong percepatan pembangunan Pulau Sumatera.


Pertemuan tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Medan, Sumut, Rabu (9/9/2026).


Bobby yang bertindak sebagai moderator atau chair pada pertemuan setingkat gubernur dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, turut mengundang para gubernur se-Sumatera untuk berbagi ide dan berdiskusi mengenai pembangunan serta kemajuan Pulau Sumatera.


Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, kerja sama antardaerah menjadi penting karena setiap provinsi memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi.


"Tadi kita mendengar masukan dari rekan-rekan gubernur, ide-ide di antaranya untuk saling bekerja sama antarprovinsi, kabupaten, kota, karena masing-masing memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa saling mengisi," kata Tito usai rapat koordinasi gubernur se-Sumatera dalam rangkaian IMT-GT di Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (9/9/2026).


Dalam rapat koordinasi tersebut, para gubernur menyampaikan berbagai usulan dan konsep pembangunan yang dapat dilakukan secara terintegrasi antardaerah. Pemerintah pusat, menurut Tito, memberikan dukungan positif terhadap berbagai gagasan tersebut.


“Ada ide untuk membuat semacam konsep pembangunan terintegrasi kawasan khusus, kawasan atau region Sumatera. Nggak masalah, nanti dalam rangka untuk konsep besar ya, tentang konektivitas, pembangunan ekonomi, tentang pembangunan di bidang misalnya pangan, energi, dan lain-lain. Dan ini menurut pemikiran dari pemerintah pusat, tentu pemerintah pusat mendukung konsep-konsep yang positif, yang bersifat saling mendukung satu sama lain, dalam kerangka NKRI,” kata Tito.


Tito menilai Sumatera memiliki modal besar untuk dikembangkan, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Sekitar 22 persen populasi Indonesia disebut berada di Pulau Sumatera.


Posisi geostrategis Sumatera juga menjadi salah satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan. Pulau tersebut berada di jalur Samudra Hindia dan Selat Malaka, termasuk gugusan kepulauan di sisi barat Sumatera.


Menurut Tito, kondisi tersebut membuka peluang bagi pelabuhan-pelabuhan di kawasan Sumatera untuk dikembangkan menjadi hub yang terhubung langsung dengan berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Afrika.


"Kalau bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan, Sumatera ini di samping bermanfaat bagi Sumatera sendiri, juga akan mendorong pertumbuhan daerah dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," pungkas Tito.**(Gb-ferndt01)