Notification

×

Iklan

Iklan

Drainase Indra Kasih Dikebut, Walikota Rico Waas Soroti Galian Ancam Keselamatan Warga Medan

30 Sep 2026 | 18:15 WIB Last Updated 2026-09-30T11:15:05Z

Walikota Medan Rico Waas Turun Langsung cek Proyek Drainase Indra Kasih yang Dihadang Tiang Listrik dan Galian Terbuka (30/9- fando/gb)
Pembangunan drainase di Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, mendapat perhatian khusus Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Selain ditargetkan mengurangi genangan, proyek tersebut diminta tidak mengganggu keselamatan dan aktivitas warga.


Hal itu disampaikan Rico saat meninjau pengerjaan U-ditch di Jalan Bhayangkari, Selasa (29/9/2026). U-ditch berukuran sekitar 140 sentimeter tersebut membentang sekitar 714 meter hingga menuju Jalan William Iskandar.


“Ini saya secara langsung harus memberikan atensi khusus, di mana ini u-ditch panjangnya sampai menuju Jalan William Iskandar, panjangnya sekitar 714 meter,” kata Rico Waas.


Menurut Rico, terdapat tiga pembangunan drainase di kawasan Tembung yang alirannya akan diarahkan ke Sungai Kera. Infrastruktur tersebut dibutuhkan karena kawasan Indra Kasih termasuk wilayah yang terdampak luapan genangan.


“Mudah-mudahan ini bisa mengurangi dampak genangan banjir yang ada di daerah situ,” ujarnya.


Namun, pengerjaan menghadapi kendala sejumlah tiang listrik yang berada di jalur proyek. Rico meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera berkoordinasi dengan PLN untuk merelokasi tiang tersebut agar pekerjaan tidak terhambat.


“Karena kalau enggak, ini akan terhambat. Karena mereka bekerja jadi belang-kelang dengan tiang listrik tersebut,” ujarnya.


Dalam peninjauan itu, warga juga mengeluhkan sejumlah galian yang belum ditutup. Kondisi tersebut mengganggu akses dan membahayakan pengendara, terutama ketika hujan.


“Kemarin ada yang jatuh naik kereta hujan-hujan, cepat-cepat! Cepat kali, Pak! Kami kan jualan, Pak,” ujar seorang warga kepada Rico Waas.


Warga juga meminta galian segera ditutup karena banyak anak-anak beraktivitas di sekitar lokasi.


“Pak, di sini banyak anak-anak. Di sini kalau banjir dan hujan rawan, Pak. Daripada nanti anak-anak kenapa-kenapa gara-gara kayak gini, tolonglah Pak. Katanya mau ditutup besok, tapi tidak juga,” ujar seorang ibu.


Menanggapi keluhan tersebut, Rico meminta Dinas PU menutup galian setelah pekerjaan di titik tersebut selesai. Jika masih dalam proses pengerjaan, lokasi harus diberi rambu agar warga dapat melintas dengan aman.


“Kalau misal pas lagi memang hujan ini terjadi genangan, tak terlihat, akhirnya bisa masyarakat celaka. Makanya harus ditutup dahulu dan diselesaikan,” tegas Rico Waas.


Ia juga meminta sosialisasi kepada warga serta pemasangan rambu di ujung lokasi pekerjaan.


“Penting sekali wilayah ini juga mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar bahwa memang perlu berhati-hati dan juga memberi rambu di bagian ujung,” kata Rico Waas.**(Gb-fando01)