Notification

×

Iklan

Iklan

Festival Tao Toba Jou-jou BI Dibuka Meriah di WFC Pangururan, Ada Apa Kursi DPRD Samosir Kosong?

7 Agu 2026 | 14:25 WIB Last Updated 2026-08-07T07:25:58Z

Festival Internasional Tao Toba Jou-jou Resmi Digelar di WFC Pangururan, Mengapa Tak Ada Wakil Rakyat yang Hadir? (7/8- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Absennya pimpinan maupun anggota DPRD Sumatera Utara dan DPRD Samosir dalam pembukaan Festival Tao Toba Joujou 2026 menjadi sorotan. Padahal, festival berskala besar yang kembali digelar untuk keempat kalinya di Kabupaten Samosir itu merupakan agenda penting yang mempertemukan sektor budaya, pariwisata, UMKM, hingga pertanian.


Dari pengamatan jurnalis, tidak ada satupun pimpinan atau anggota DPRD Samosir maupun DPRD Sumut yang menghadiri pembukaan festival tersebut. Kondisi ini berbeda dengan pelaksanaan event sebelumnya, mengingat eksekutif dan legislatif merupakan dua pilar utama pemerintahan.


Ketika dikonfirmasi, Ketua DPRD Sumut Nasib Simbolon membenarkan pihaknya menerima undangan, namun disampaikan dalam waktu yang sangat singkat.


"Benar Ada, kemarin (Kamis pagi, red), Last minute padahal agenda AKD DPRD sudah berjalan," ujar Nasib Simbolon ketika dikonfirmasi Greenberita pada Jumat (7/8).


Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Samosir Sarochel Tamba. Menurutnya, undangan baru diterima ketika seluruh agenda perjalanan dinas anggota dewan telah ditetapkan.


"Undangan hadir pada Kamis pagi hari, sementara perintah perjalanan dinas sudah ditandatangani ketua kepada seluruh dewan, kalau disampaikan 2-3 hari sebelum kegiatan, pasti DPRD menghadirinya," ujar Sarochel yang merupakan Ketua Partai Nasdem Samosir.


Sementara itu, Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi dibuka oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera melalui petikan simbolis benang pada tenun ulos di Segmen V Waterfront City Pangururan, Kamis (6/8/2026).


Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan yang merajut kolaborasi budaya, pariwisata, UMKM, dan sektor pertanian selama empat hari. Proses penenunan ulos akan berlangsung sepanjang festival hingga benang terakhir dipotong pada penutupan. Ulos dihadirkan bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga identitas yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghidupan masyarakat kawasan Danau Toba.


Pembukaan festival semakin semarak melalui Parade Budaya dan Agro yang melibatkan sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir. Berbagai potensi daerah ditampilkan, mulai dari miniatur khas, busana tradisional, pertunjukan seni, hingga hasil pertanian unggulan sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan festival.


Mengusung tema "Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba", Festival Tao Toba Joujou menjadi wujud kolaborasi pelestarian budaya dan penguatan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.


Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir oleh Bupati Samosir bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga Riza Putera sebagai langkah memperluas pasar produk unggulan daerah hingga tingkat nasional dan internasional.


Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah Festival Tao Toba Joujou untuk keempat kalinya.


"Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang kembali membawa festival ini ke Kabupaten Samosir," ujar Vandiko.


Menurut Vandiko, Festival Tao Toba Joujou bukan sekadar panggung hiburan, tetapi menjadi ruang yang mempertemukan budaya, pariwisata, UMKM, dan sektor pertanian dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.


"Di sini kita melihat bagaimana budaya, UMKM, dan sektor agro bertemu. Tidak hanya menampilkan potensi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari Bank Indonesia agar mampu naik kelas hingga menembus pasar internasional," katanya.


Ia menilai festival tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan membuka peluang bagi pelaku UMKM memasarkan produk bernilai ekonomi.


"Dengan komunikasi yang baik Toba Joujou balik lagi ke Samosir, sudah melekat sekali dengan Samosir, mudah-mudahan festival ini bisa kembali hadir tahun depan karena dampaknya sangat baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat" ungkap Vandiko T Gultom.


Bupati juga optimistis transaksi digital selama festival terus meningkat. Pada 2024, transaksi elektronik selama festival mencapai Rp1,9 miliar dan meningkat menjadi sekitar Rp2,5 miliar pada 2025.


Sebagai bentuk komitmen mendukung pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Samosir akan meningkatkan plafon pembiayaan UMKM hingga Rp100 juta dengan bunga nol persen yang ditanggung pemerintah daerah. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan business matching pembiayaan kepada para pelaku usaha, masing-masing dari Bank Sumut sebesar Rp500 juta, BNI Rp300 juta, Bank Mandiri Rp200 juta, dan BRI Rp170 juta.


Turut hadir Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, Deputi Direktur OJK Regional 5 Sumatera Sapriandi, Kepala Divisi Edukasi, Humas, dan Hubungan Kelembagaan LPS I Pramuji Novri Haryanto, Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara Darius Tirtosuharto, jajaran perbankan, BPODT, Forkopimda, Alinea 6, Ketua PKK Kennauli A. Sidauruk beserta jajaran, asisten, SAB, serta pimpinan OPD Kabupaten Samosir.

**(Gb-ferndt01)