Notification

×

Iklan

Iklan

OTT KPK Terbaru di Sumut Dikabarkan Berawal dari Binjai, Sejumlah Orang Diamankan

2 Jul 2026 | 23:05 WIB Last Updated 2026-07-02T16:05:04Z

Photo Ilustrasi OTT KPK/gb
GREENBERITA.com- Kabar mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumatera Utara pada Kamis (2/7/2026) mengundang perhatian publik. 


Hingga Kamis malam, belum ada pernyataan resmi dari KPK terkait informasi yang beredar tersebut.


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Utara (Sumut). Beredar kabar ada beberapa orang yang diamankan.


Disebutkan ada mantan anggota DPRD Sumut berinisial S yang turut diamankan.

Setelah itu, KPK disebut melakukan pengembangan dan mengamankan seorang kepala daerah di Sumut. KPK juga dikabarkan meminjam ruangan Satreskrim Polrestabes Medan untuk melakukan pemeriksaan.


Menurut seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, dia membenarkan bahwa KPK tengah berada di Polrestabes Medan untuk melakukan pemeriksaan.


Di Polrestabes Medan, situasi terpantau relatif sepi. Meski demikian, masih ada sejumlah personel kepolisian yang berjaga di pintu masuk.


Selain itu, sejumlah awak media tampak menunggu di lokasi untuk memastikan informasi terkait dugaan OTT tersebut. Informasinya, pemeriksaan masih berlangsung di gedung Satreskrim Polrestabes Medan.


Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo hingga saat ini belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang diajukan.


Rumor OTT KPK pertama kali ramai setelah diunggah oleh akun Facebook bernama Rusdi Muhammad. Dalam unggahannya disebutkan bahwa SY diduga merupakan orang suruhan Bupati Langkat dan disebut-sebut terjaring operasi tangkap tangan saat menagih fee proyek tahun 2025 dengan nilai lebih dari Rp1 miliar di salah satu kafe di Kota Binjai.


Unggahan tersebut juga menuliskan narasi bahwa penagihan fee proyek berujung pada dugaan OTT oleh KPK. Selain itu, akun tersebut turut menyebut suasana di Polrestabes Medan dipenuhi kerumunan wartawan pada Kamis malam, namun tanpa menyertakan bukti maupun keterangan resmi yang dapat memverifikasi informasi tersebut.


Kabar yang beredar dengan cepat memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat Langkat. Perbincangan mengenai dugaan OTT itu bahkan menjadi topik pembicaraan di sejumlah kalangan masyarakat yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KPK maupun pihak terkait yang membenarkan identitas pihak-pihak yang disebut diamankan dalam informasi yang beredar.