Notification

×

Iklan

Iklan

Korban Tewas Ledakan Grand Polonia Bertambah, Satu Lagi Ditemukan di Bawah Reruntuhan

21 Jul 2026 | 16:41 WIB Last Updated 2026-07-21T09:41:41Z

Korban Kedua Ledakan di Perumahan Elit Grand Polonia kembali ditemukan dalam keadaan tewas pada Selasa sore (21/7- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Tim gabungan akhirnya menemukan korban meninggal dunia kedua dalam proses pencarian hari kedua pascaledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah di Perumahan Grand Polonia Medan. Satu korban lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.


Ledakan yang mengguncang salah satu rumah di Perumahan Grand Polonia Medan, terjadi pada Senin (20/7/2026).


Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Medan dan Poltabes Medan dengan menggunakan crane milik Pemko Medan menemukan satu perempuan dalam kondisi meninggal dunia di antara reruntuhan rumah mewah tersebut. Sementara satu korban hilang lainnya hingga berita ini diturunkan diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.


Pernyataan tersebut dibenarkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat dikonfirmasi di lokasi, Selasa (21/7).


"Puji Tuhan, satu lagi (ditemukan korban kedua) dari 3 korban yang semalam masih proses pencaharian evakuasi di TKP di rumah di lantai 2," ujar Kombes Calvijn.


Ia mengatakan belum dapat memastikan identitas korban, namun dipastikan berjenis kelamin perempuan.


"Tapi saya belum bisa memastikan apakah yang kedua ini ART atau baby sister, kami mohon waktu karena sedang dibawa ke RS," jelasnya.


Calvijn juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar tim gabungan dapat segera menemukan satu korban lainnya yang hingga kini masih dalam pencarian intensif dan diperkirakan berada tidak jauh dari lokasi ditemukannya korban sebelumnya.


"Sampai saat ini dari 6 korban masih ada satu orang yang hilang dibawah reruntuhan dan sedang dilakukan terus pencaharian," ungkap Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.


Dengan penemuan tersebut, polisi memastikan hingga saat ini terdapat dua korban meninggal dunia dari total enam korban yang berhasil ditemukan.


"Dari enam korban, dua dinyatakan meninggal dunia, satu orang tua dalam keadaan sehat, satu balita sedang proses perawatan di rumah sakit dan satu pengantar dagang online masih perawatan di rumah sakit, dan satu lagi masih pencaharian," pungkasnya.


Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Medan, Hery Marantika, mengatakan korban selamat yakni balita bernama Jeavelin (2 tahun), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.


Terkait dugaan penyebab ledakan, Kapolrestabes Medan kembali menjelaskan bahwa hasil investigasi awal mengarah pada kebocoran pipa gas yang berada di bawah tanah kawasan Perumahan Grand Polonia Medan.


"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat di lokasi, Senin (20/7).


Calvijn mengatakan dugaan kebocoran tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas.


"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ," ujar Calvijn.


"Namun demikian, dugaan baru investigasi awal dan akibat itu ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," pungkas Calvijn.**(Gb-ferndt01)