GREENBERITA.com- Suasana khidmat sekaligus penuh sukacita menyelimuti Gereja Oikumene di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat saat warga binaan mengikuti kebaktian yang menjadi bagian dari pembinaan kerohanian. 
Di Balik Jeruji, Pdt. Frengky Sinurat Sampaikan Pesan yang Mengubah Harapan Warga Binaan Lapas Rantau Prapat (27/7- risan/gb)
Melalui ibadah rutin, para warga binaan didorong membangun karakter, memperkuat pengharapan, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Suasana penuh sukacita dan penyembahan memenuhi Gereja Oikumene di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat, saat warga binaan mengikuti kebaktian yang berlangsung dengan penuh khidmat. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Frengky Sinurat, S.Th, dengan dihadiri warga binaan yang antusias memuji dan menyembah Tuhan.
Ibadah diawali dengan pujian penyembahan yang dipimpin oleh tim musik warga binaan. Terlihat para peserta mengangkat tangan, menyanyikan lagu-lagu rohani, serta mengikuti Firman Tuhan dengan penuh perhatian.
Momen ini menjadi bukti bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter, harapan, dan semangat hidup para warga binaan.
Dalam khotbahnya, Pdt. Frengky Sinurat, S.Th mengajak seluruh warga binaan untuk tetap memiliki pengharapan kepada Tuhan, bertobat, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang warga binaan, P. Tambunan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah serta pihak Lapas yang memberikan kebebasan kepada warga binaan untuk menjalankan ibadah.
"Kami merasa sangat bersyukur. Di dalam Lapas kami diberikan kebebasan untuk beribadah dan menggunakan alat musik yang tersedia. Hal ini membuat kami semakin dekat dengan Tuhan dan memberi semangat menjalani pembinaan," ungkapnya.
Pelaksanaan ibadah rutin ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian di bidang kerohanian. Kegiatan ibadah dilaksanakan setiap hari mulai Senin hingga Minggu, dengan hari Jumat dikhususkan untuk pelaksanaan ibadah sesuai kebutuhan warga binaan yang beragama Islam.
Program pembinaan kerohanian menjadi salah satu upaya penting dalam mendukung proses rehabilitasi mental dan spiritual warga binaan. Melalui ibadah, pembinaan rohani, doa, serta pendampingan para hamba Tuhan, diharapkan warga binaan mengalami perubahan hidup yang nyata sehingga siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bertanggung jawab.
Kebebasan menjalankan ibadah di lingkungan Lapas juga mencerminkan penghormatan terhadap hak setiap warga binaan untuk memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinannya, sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan mengenai pemasyarakatan dan hak asasi manusia.
Melalui sinergi antara petugas pemasyarakatan, para pelayan gereja, dan masyarakat, pembinaan rohani di Lapas Kelas IIA Rantauprapat diharapkan terus berkembang serta menjadi sarana menghadirkan perubahan hidup, pengharapan, dan masa depan yang lebih baik bagi setiap warga binaan.**(Gb-ferndt01)















