Notification

×

Iklan

Iklan

DPRD Samosir Optimistis Bawang Putih Jadi Komoditas Emas, Bupati Vandiko Ajak Petani Rebut Peluang Pasar

29 Jul 2026 | 10:31 WIB Last Updated 2026-07-29T03:31:26Z

Ketua Komisi II DPRD Samosir, Parluhutan Samosir dorong petani tanam bawang putih karena menilai bawang putih memiliki prospek ekonomi menjanjikan karena jadi kebutuhan masyarakat setiap hari, Selasa (28/7- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Pemerintah Kabupaten Samosir mempercepat pengembangan bawang putih sebagai komoditas unggulan pertanian dengan menyalurkan bantuan 4 ton benih beserta sarana produksi dari Kementerian Pertanian RI kepada dua kelompok tani di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Selasa (28/7/2026). 


Program ini diharapkan menjadi langkah nyata mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.


Bantuan diberikan kepada Kelompok Tani Hariara Makmur untuk pengembangan lahan seluas 1 hektare dan Kelompok Tani Saut Tani seluas 4 hektare, sehingga total pengembangan mencapai 5 hektare.

Selain 4 ton benih bawang putih, kelompok tani juga menerima 50 rol mulsa, pupuk ZA sebanyak 1,75 ton, pupuk SP-36 sebanyak 1,75 ton, pupuk KCL sebanyak 2 ton, serta 5 paket pestisida guna mendukung keberhasilan budidaya.


Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Samosir, Parluhutan Samosir, menilai bawang putih memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan karena menjadi kebutuhan masyarakat setiap hari.


"Bawang putih adalah tanaman emas. Kebutuhannya tinggi dan harga jualnya baik. Harapan kita, bantuan ini tidak hanya berhenti pada penyediaan benih, tetapi mampu menghasilkan produksi yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Parluhutan.


Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui pengembangan komoditas bawang putih di Kabupaten Samosir.


Vandiko mengatakan bantuan tersebut juga menjadi upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih.


"Kebutuhan bawang putih di Indonesia mencapai sekitar 600 ribu ton setiap tahun, sementara sekitar 80 persen masih dipenuhi melalui impor. Ini menjadi peluang besar bagi daerah yang memiliki potensi seperti Kabupaten Samosir. Di Sumatera Utara hanya ada tiga kabupaten yang cocok mengembangkan bawang putih, yaitu Humbang Hasundutan, Samosir, dan Pakpak Bharat," ujar Vandiko.


Menurutnya, apabila pengembangan bawang putih dilakukan secara serius dan berkelanjutan, komoditas tersebut akan berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain mampu memenuhi kebutuhan Kabupaten Samosir, hasil produksi juga berpotensi memasok kebutuhan Provinsi Sumatera Utara hingga tingkat nasional.


"Bawang putih memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan manfaatnya sangat banyak, mulai dari kebutuhan konsumsi, kesehatan hingga industri. Karena itu saya mengajak seluruh kelompok tani agar memanfaatkan bantuan ini dengan sungguh-sungguh. Mari kita tanam dengan baik, jangan ragu, program ini harus berhasil. Pemerintah Kabupaten Samosir akan terus memberikan pendampingan kepada petani," tegas Vandiko.


Bupati juga mengingatkan agar bantuan benih yang diberikan tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan pertanaman bawang putih.


Ketua Kelompok Tani Hariara Makmur, Joni Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kelompoknya dan berkomitmen mengelola bantuan tersebut secara maksimal.


"Kami akan mengelola bantuan ini dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap terus mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Samosir sehingga kelompok kami dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam pengembangan bawang putih," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menegaskan pihaknya akan terus mengawal petani mulai dari proses tanam hingga panen agar program pengembangan bawang putih tersebut menghasilkan produksi yang maksimal.**(Gb-ferndt01)