Notification

×

Iklan

Iklan

Disbudpar Toba Bongkar Penyebab Sepinya Wisatawan, Promosi Wisata jadi Strategi Baru

9 Jul 2026 | 17:24 WIB Last Updated 2026-07-09T10:24:55Z

Kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu
GREENBERITA.com- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan memperkuat promosi, mengklasifikasikan destinasi wisata, menghadirkan atraksi, serta mendorong peningkatan aksesibilitas menuju objek wisata.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, mengakui rendahnya promosi dan minimnya atraksi menjadi faktor utama yang membuat tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Toba belum mencapai target yang diharapkan.


"Setelah kita analisa perihal wisatawan yang datang itu belum sesuai dengan harapan kita, pertama promosi objek wisata kita memang kurang maka sekarang kita benahi karena di promosi inilah kita sampaikan bagaimana keindahan objek wisata. Kedua, kita klasifikasi objek wisata, jangan semua kita tawarin agar setiap tahun bisa berganti," kata Rikardo Hutajulu, Rabu (8/07/2026).


Menurut Rikardo, klasifikasi destinasi wisata menjadi langkah strategis agar pembenahan dilakukan secara bertahap dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.


"Saat ini kita sudah klasifikasi objek wisata yakni, prioritas, unggulan dan rintisan. Objek wisata prioritas kita rencanakan 10 objek diantaranya Pakkodian, Desa Adat Meat dan juga Makam Sisingamangaraja yang akan direvitalisasi sebentar lagi. Ini dulu yang fokus kita benahi dan ditawarkan ke wisatawan selama 2 tahun ini.

Setelah 2 tahun maka yang unggulan kita tarik lagi menjadi prioritas sehingga wisatawan dapat menikmati yang baru lagi, itu dia strateginya," lanjutnya.


Selain pembenahan destinasi, Disbudpar Toba juga akan menghidupkan berbagai kegiatan dan atraksi wisata untuk menarik lebih banyak pengunjung.


"Selanjutnya even, di Toba kan nyaris tidak ada. Objek wisata kita bagus dan ditambah dengan even maka wisatawan akan tertarik, contohnya lomba sepeda yang jalurnya melintasi objek wisata, ini juga bentuk promosi kita. Ini juga strategi kita yang akan kita laksanakan rencananya di P-APBD, salah satunya Tour de Toba yang lintasannya pinggiran Danau Toba.

Karena kita dinas kebudayaan, kita juga akan mengangkat budaya kita menjadi objek wisata juga yang sudah hampir punah, contohnya 'Maranggir yang merupakan kebiasaan budaya Batak yang sudah hilang. Hilang tapi tetap dilakukan. Pertunjukan Maranggir ini akan kita buat di objek wisata," terang Rikardo.


Selain promosi, klasifikasi destinasi, dan penyelenggaraan atraksi wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba juga menilai peningkatan aksesibilitas menuju destinasi menjadi aspek penting agar wisatawan dapat menjangkau objek wisata dengan aman, nyaman, dan efisien dari segi waktu.**(Gb-ferndt)