Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Rem Blong, Truk Fuso Maut Terjang Kendaraan dan Pertokoan di Kotapinang Tewaskan Dua Warga

5 Jul 2026 | 21:53 WIB Last Updated 2026-07-05T14:53:02Z

Malam Mencekam di Kotapinang, Truk Fuso Diduga Rem Blong Tabrak Kendaraan dan Pertokoan, Diduga Rem Blong dan Telan Dua Korban Jiwa(4/7- risan/gb)
GREENBERITA.com- Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di pusat Kota Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu malam (4/7/2026) sekira pukul 21.33 Wib. 


Sebuah truk Mitsubishi Fuso diduga mengalami rem blong hingga menabrak sejumlah kendaraan, lapak pedagang, dan bangunan pertokoan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. 


Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, belasan lainnya terluka, serta menimbulkan kerusakan material yang cukup besar.


Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun Green Berita, truk bermuatan yang melaju dari arah Rantauprapat menuju Bagan Batu, Riau, diduga kehilangan fungsi pengereman saat memasuki kawasan padat aktivitas masyarakat. Sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraan sehingga truk menghantam beberapa kendaraan roda dua, becak bermotor, sebuah mobil, lapak pedagang, hingga merusak bangunan pertokoan sebelum akhirnya berhenti.


Akibat kecelakaan tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara belasan korban lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang berbeda. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.


Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini juga mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah sepeda motor mengalami rusak berat, gerobak dagangan hancur, tiang utilitas roboh, dan beberapa bangunan pertokoan mengalami kerusakan pada bagian depan.


Petugas Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan, dibantu personel TNI, BPBD, tenaga medis, dan masyarakat, segera melakukan evakuasi korban, mengamankan lokasi, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan panjang.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi teknis kendaraan, sistem pengereman, serta meminta keterangan dari sopir dan para saksi.


Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh perusahaan angkutan dan pengemudi kendaraan berat agar selalu melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan sebelum beroperasi.**(Gb-ferndt01)