Notification

×

Iklan

Iklan

Bule Amerika Terpikat Pesona PRSU 2026, Kopi Sidikalang dan Budaya Sumut Jadi Daya Tarik

8 Jul 2026 | 11:16 WIB Last Updated 2026-07-08T04:16:53Z

Bule Amerika Puji PRSU 2026, Ingin Kenal Lebih Dekat Budaya Sumatera Utara (7/7- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan dan budaya dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, tetapi juga berhasil memikat perhatian wisatawan mancanegara. 


Sejumlah warga negara Amerika Serikat yang menetap di Medan tampak antusias mengunjungi berbagai paviliun untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan produk lokal, termasuk Kopi Sidikalang dari Kabupaten Dairi.


Event Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) tahun 2026 diketahui menyuguhkan sajian dan budaya yang berbeda dari puluhan kabupaten dan kota se-Sumatera Utara. Sebanyak 33 kabupaten/kota bersatu padu memamerkan produk-produk unggulan mereka. 


Sajian ini menarik minat para pengunjung dari berbagai kalangan termasuk warga negara asing dan keluarganya asal Amerika Serikat.

Aliest misalnya, bule cantik bersama keluarga dan rekan-rekan senegaranya sengaja datang ke PRSU untuk menyaksikan pameran yang dipajangkan.


"Ini baru pertama kali saya di PRSU. Kebetulan saya menetap di Medan, jadi masih mau lihat-lihat lagi apa yang menarik. Saya sangat senang ada yang gini (PRSU)," kata Aliest yang terlihat fasih berbahasa Indonesia saat ditemui di Paviliun Kabupaten Dairi, Selasa (7/7/2026).


Aliest mengaku cukup berkesan. Selain ingin mengetahui produk-produk unggulan setiap kabupaten/kota, dia mengaku ingin belajar dan mengenal lebih dekat kebudayaan Sumatera Utara.


"Ya, tentu saya ingin belajar lebih banyak tentang kebudayaan Sumatera Utara," katanya.


Sebelum mengunjungi Paviliun Kabupaten Dairi, Aliest bersama rombongannya lebih dulu melihat berbagai produk unggulan Kabupaten Asahan, seperti pakaian adat, ragam kerajinan tangan berupa tas, dompet, hingga pajangan balai bercorak kuning. 


Beberapa penjaga stan terlihat memberikan penjelasan mengenai produk-produk yang dipamerkan.


"Mereka sangat antusias bertanya. Termasuk soal kerajinan tangan," kata salah seorang penjaga stan.


Di Paviliun Kabupaten Dairi, rombongan warga negara Amerika Serikat itu melihat langsung produk kopi unggulan daerah yang dikenal sebagai Kopi Sidikalang serta produk kain tenun.


Menurut penjaga stan Debora Sinaga didampingi Indah Seri Berutu, Kabupaten Dairi memiliki dua produk unggulan, yakni kopi jenis Robusta dan Arabika serta kain tenun.

Untuk komoditas kopi, kata Debora, pemasarannya sudah menjangkau Jakarta, Batam, Bandung, Medan, dan sejumlah daerah lainnya.


"Total penjualan kopi kita (Kopi Sidikalang) tahun 2022 tembus mencapai Rp576 miliar lebih," kata Debora.


Debora menjelaskan, produksi kopi Robusta di Kabupaten Dairi didukung lahan seluas 6.187 hektare dengan produksi mencapai 1.815,58 ton. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Siempat Nempu, Lae Parira, dan Siempat Nempu Hulu.


"Untuk jenis Kopi Arabika memakai seluas 13.824,84 ha dengan produksi 15.60948 ton. Lahan ini tersebar di Kecamatan Sumbul, Parbuluan, Sidikalang dan Pegagan Hilir," katanya.**(Gb-ferndt01)