Dalam kunjungan itu, Bobby memastikan penanganan korban berjalan maksimal sekaligus menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi.
Di Aula Kantor PT ALS Jalan Sisingamangaraja Medan, Bobby berdialog langsung dengan Direktur PT ALS, keluarga korban, pihak Organda, dan Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumut terkait proses identifikasi korban hingga pemulangan ke daerah asal masing-masing.
“Kami turut berduka sedalam-dalamnya. Saat ini yang dibutuhkan keluarga adalah kesabaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir untuk memastikan seluruh korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, dapat ditangani dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Artinya, Pemprov Sumut siap membantu para korban, baik yang berasal dari Sumatera Utara maupun dari luar Sumatera Utara,” ujar Bobby Nasution di Aula Kantor PT ALS, Jalan Sisingamangaraja, Medan.
Bobby mengatakan, sejak malam kejadian pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait proses evakuasi korban dari Muratara menuju daerah asal masing-masing korban.
Selain memastikan penanganan korban, Bobby juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem keselamatan transportasi, termasuk kewajiban pendataan manifest penumpang dan kontrol kendaraan.
“Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik perusahaan otobus maupun pemerintah daerah. Manifest penumpang sangat penting untuk memudahkan identifikasi korban dan penanganan saat terjadi musibah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bobby turut menaiki salah satu bus tujuan Medan–Yogyakarta untuk berbincang dengan sopir dan penumpang. Ia mengingatkan pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara.
Direktur PT ALS Chandra Lubis menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan bus ALS rute Medan–Semarang tersebut. Ia menyebut pihak perusahaan telah turun langsung ke lokasi kejadian guna memperoleh informasi terkait kondisi kru dan penumpang.
“Saat ini perwakilan ALS di Sumsel sudah turun ke lapangan dan juga memberikan bantuan berupa akomodasi bagi keluarga korban yang ingin menuju Sumsel,” ujarnya.
Chandra mengungkapkan, berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang. Sementara sejumlah korban luka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Sumsel.
Menurutnya, kondisi jalan yang kurang baik diduga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan hingga bus mengambil jalur kanan sebelum bertabrakan dengan truk tangki minyak.
Ia juga menegaskan PT ALS akan bertanggung jawab terhadap keluarga korban dan memastikan santunan diberikan kepada para korban.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Utara Nasjwin Andi Nurdin memastikan seluruh penumpang mendapatkan jaminan santunan. Namun proses pendataan masih menunggu identifikasi korban karena sebagian korban mengalami luka bakar.
“Seluruh penumpang dijamin Jasa Raharja. Namun kami masih menunggu proses identifikasi karena kondisi korban terbakar sehingga membutuhkan waktu,” katanya.
Turut hadir Ketua Organda Sumut Haposan Sialagan, jajaran direksi PT ALS, serta keluarga korban, di antaranya Siti Khodijah, istri almarhum Zulfan Efendi selaku sopir Bus ALS, dan keluarga almarhum Syafruddin Nasution, kernet Bus ALS, yang diwakili kakak kandungnya, Ardeliana Nasution.**(Gb-ferndt01)
















