Notification

×

Iklan

Iklan

HDSD 2026 Jadi Momentum Sumut Lawan Stigma, Dorong Lingkungan Inklusif untuk Anak Down Syndrome

20 Apr 2026 | 14:50 WIB Last Updated 2026-04-20T07:50:25Z

Staf Ahli I TP PKK-SU Titiek S Surya dan Kadis P3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti hadiri Peringatan Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) 2026 di Kantor Gubernur, Kota Medan, (18/4- dokdiskominfoSU/gb)

GREENBERITA.com–Peringatan Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai momentum mengajak masyarakat menghapus stigma dan diskriminasi, sekaligus memperkuat komitmen membangun lingkungan inklusif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.


Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumut Titiek Sugiharti didampingi Kepala Dinas (Kadis) P3AKB Sumut Dwi Endah Purwanti pada peringatan HDSD 2026 yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Sabtu (18/4/2026).


"Anak-anak dengan down syndrome adalah anugerah yang memiliki potensi luar biasa. Mereka membutuhkan dukungan, perhatian, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang," ujarnya.


Titiek menegaskan, peran semua pihak sangat diperlukan, terutama keluarga, masyarakat, dan pemerintah, dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, ramah, dan penuh kasih sayang.

Sebagai bagian dari gerakan PKK, pihaknya terus mendorong pemberdayaan keluarga agar mampu memberikan pengasuhan yang tepat, stimulasi yang baik, serta akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.


"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak yang tertinggal, termasuk anak-anak dengan down syndrome," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Bahagia Kementerian Sosial RI, Teguh Supriono, menyampaikan bahwa peringatan HDSD 2026 menjadi wujud nyata kolaborasi dalam mewujudkan Sumut yang inklusif.


"Saat ini Sentra Bahagia belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Semoga ke depan sentra ini dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia," ucapnya.


Senada, Kadis P3AKB Sumut Dwi Endah Purwanti menegaskan peringatan HDSD bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menghadirkan aksi nyata dalam memberikan pendampingan, tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada keluarga mereka.


"Anak-anak down syndrome memiliki hak sama belajar, bermain, berteman, dan berkarya. Tidak untuk dikasihani tapi diberi kesempatan," tegas Dwi Endah Purwanti.


Peringatan HDSD tersebut turut dihadiri Ketua Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Sumut Umi Idayanti, perwakilan Forkopimda, serta anak-anak dengan down syndrome.


Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan anak-anak down syndrome, mulai dari bermain djembe, pembacaan puisi, hingga bernyanyi, yang menunjukkan bakat dan potensi luar biasa mereka.**(Gb-ferndt01)