Notification

×

Iklan

Iklan

Naniura 1001 Porsi Pecahkan Rekor Dunia, Marianna Resort Harumkan Kuliner Batak

4 Jun 2026 | 20:32 WIB Last Updated 2026-06-04T13:32:00Z

Marianna Resort Catat Rekor Dunia, 1001 Naniura Angkat Nama Batak ke Panggung Global (30/5- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Hotel Marianna Resort mencatat sejarah baru bagi kuliner tradisional Batak setelah berhasil menyajikan 1001 porsi Naniura dan resmi tercatat dalam rekor dunia oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID). 


Pencapaian tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian warisan budaya Batak sekaligus memperkenalkan Naniura ke panggung kuliner dunia.


Pemecahan rekor tersebut berlangsung di Ballroom Marianna Resort Hotel, Jumat (30/5/2026). Kegiatan ini merupakan semangat Hotel Marianna Resort untuk menjaga budaya khususnya kuliner Batak.


Masakan Naniura yang merupakan kuliner tradisional khas Batak dikenal sebagai “sashimi batak khas Nusantara”.


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir memberikan apresiasi kepada Hotel Marianna Resort atas kepedulian nya terhadap budaya khususnya kuliner Batak.


"Naniura merupakan hidangan ikan segar khas Batak yang selama ini dihidangkan kepada para raja dan tamu kehormatan, dan penyajian 1001 porsi ini merupakan yang pertama di Samosir, mungkin juga di Indonesia," ujar Asisten I Pemerintah Pemkab Samosir, Tunggul Sinaga dalam sambutannya.


Sementara itu, GM Hotel Marianna Resort Ketut Gunarta menyatakan bahwa ide ini didapatkan setelah melihat bahwa masakan Naniura menjadi masakan yang sangat sering didapati di sekitar hotel Marianna Resort khususnya di Tuktuk Siadong, namun agak jarang didaerah lainnya di Samosir.


"Di momentum bersejarah pencatatan rekor pencatatan dunia 1001 Naniura ini menjadi kebanggaan terhadap warisan budaya Batak karena Naniura adalah hidangan tradisional dan identitas masyarakat lokal Batak," ujar Ketut Gunarta.


Dikatakannya bahwa Naniura adalah cerita tentang leluhur, Danau Toba, hasil alam yang tetap dijaga dan tradisi yang dihasilkan dari generasi ke generasi.


Naniura diolah tanpa proses memasak menggunakan api. Ikan dimatangkan menggunakan perasan jeruk khas Batak dan berbagai rempah tradisional, menghasilkan cita rasa khas yang telah menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Batak selama turun-temurun.


Salah satu rangkaian utama acara adalah sesi Storytelling Naniura yang menampilkan sejarah dan filosofi Naniura melalui pertunjukan visual di videotron. Dalam sesi tersebut, tamu diajak mengenal asal-usul Naniura yang dahulu dikenal sebagai hidangan kehormatan dalam tradisi masyarakat Batak.


Puncak acara berlangsung saat LEPRID secara resmi menetapkan rekor “1001 Naniura”. Penyerahan sertifikat penghargaan dilakukan di hadapan seluruh tamu undangan dan jajaran manajemen Marianna Resort sebagai bentuk apresiasi atas upaya pelestarian kuliner tradisional Batak melalui kegiatan berskala besar.


Ketua Umum LEPRID Paulus Pangka menyatakan penyajian Naniura 1001 porsi resmi menciptakan rekor dunia setelah pihaknya melakukan pemeriksaan ketat atas proses memasak dan pencatatan jumlah penyajian.


"Sebagai lembaga pencatatan rekor dunia, kami menyatakan penyajian rekor dunia 1001 porsi Naniura resmi kami catatkan, dan menjadi sebuah kuliner dunia yang berhasil digali Marianna Hotel menuju penyajian dunia," ungkap Paulus Pangka.**(Gb-ferndt01)