
Usai Siswa Tewas Gantung Diri, Disdik Sumut Turun Tangan temui keluarga korban (31/3- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com–Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara melalui Cabang Dinas Wilayah VIII bergerak cepat menyikapi kematian tragis pelajar berinisial PJS (16), siswa SMA Negeri 1 Simanindo, yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, pihak dinas juga langsung melakukan klarifikasi ke sekolah untuk memastikan tidak ada persoalan administrasi maupun tekanan dari lingkungan pendidikan yang membebani korban.
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Cabang Dinas (Cabdis) Wilayah VIII cepat tanggap dan langsung menyambangi kediaman pelajar (PJS) korban tewas gantung diri di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Wilayah VIII Sumut langsung menyikapi peristiwa meninggalnya seorang pelajar SMA Negeri 1 Simanindo dengan melakukan klarifikasi ke pihak sekolah dan mendatangi orangtua korban, terkait masalah yang dihadapi di lingkungan sekolah.
"Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral kami menemui keluarga almarhum siswa menyampaikan dukacita mendalam kami sekaligus memberikan bantuan," sebut Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Wilayah VIII, Jhon Suhartono Purba, kepada Greenberita pada Selasa (31/3/2026) seusai menyambangi kediaman korban.
Dia menjelaskan, bahwa korban selama ini tidak mempunyai tunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan dan juga tidak dikenai pungutan apapun yang membebani siswa sehingga menjadi alasan siswa tersebut stres.
"Bahkan SMAN 1 Simanindo telah mengajukan Almarhum sebagai calon penerima Program Indonesia Pemerintah (PIP)," ungkap Jhon Suhartono.
Kunjungan tersebut, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya pendekatan kemanusiaan sekaligus memastikan adanya perhatian dari pemerintah terhadap keluarga korban yang tengah berduka.
Selain menyampaikan duka cita, Jhon Suhartono Purba menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi internal terkait pendampingan siswa di lingkungan sekolah, termasuk memperkuat peran guru bimbingan konseling (BK) dalam mendeteksi kondisi psikologis peserta didik.
"Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga menyangkut perhatian terhadap kondisi sosial dan mental siswa, tadi orangtua korban juga menyatakan bahwa tidak ada kebutuhan sekolah almarhum yang tidak dipenuhi mereka dan bahkan ingin anaknya sekolah tinggi," tambahnya.
Peristiwa ini sebelumnya menyita perhatian publik, setelah korban yang masih berstatus pelajar ditemukan meninggal dunia di kediamannya.
Dugaan sementara, korban mengalami tekanan ekonomi yang berdampak pada kondisi mentalnya.
Diketahui, korban hingga saat ini belum terdata sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP), namun sedang dalam tahap diusulkan oleh pihak sekolah untuk mendapatkan bantuan tersebut.
Berdasarkan klarifikasi pihak sekolah dengan Cabdis Wilayah VIII, kata Jhon Suhartono, hingga saat ini tidak ditemukan adanya permasalahan terkait kewajiban korban di sekolah, termasuk tidak ada tunggakan yang menjadi beban akademik maupun administrasi.
"Hal senada juga disampaikan pihak keluarga korban, orangtuanya mengakui bahwa tidak ada persoalan di lingkungan sekolah yang membebani korban selama ini," bebernya.
Kacabdis Wilayah VIII menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi pelajar, termasuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.
Rombongan perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera, Cabdis Wilayah VIII dan keluarga besar SMA Negeri 1 Simanindo yang hadir menyampaikan belasungkawa diantaranya, N Manik Wali Kelas korban, Perry Sagala Kepala SMKN 1 Simanindo, Kasi SMA PK, Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Simanindo serta Pemerintah Desa setempat.
Diberitakan sebelumnya seorang remaja laki-laki berinisial PJS berusia 16 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar mandi rumahnya, Senin pagi (30/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Dugaan sementara, persoalan kemiskinan dan tekanan ekonomi keluarga menjadi pemicu korban nekat mengakhiri hidup.
Peristiwa tragis itu terjadi di rumah korban di Huta Ginjang Dusun 1, Desa Huta Ginjang.
Informasi yang dihimpun, keluarga korban selama ini merupakan penerima bantuan sosial pemerintah dan tergolong keluarga tidak mampu setelah sang ayah kehilangan sumber mata pencaharian.
Kondisi ekonomi yang sulit disebut menjadi tekanan tersendiri di dalam keluarga.
"Keluarga ini memang berasal dari keluarga tidak mampu dan selama ini adalah keluarga miskin penerima bantuan sosial dari pemerintah," ujar Kepala Desa Hutaginjang Raisan Situmorang.
Ia menjelaskan, keadaan keluarga semakin sulit setelah ayah korban pensiun dari perusahaan keramba jaring apung di Samosir.
"Sang ibu juga tidak mempunyai pekerjaan selama suami bekerja dan keluarga sering bertengkar," jelas Kades Raisan ketika dikonfirmasi wartawan usai penguburan korban, Senin (30/1/2026).
Kapolsek Simanindo IPTU Ramadan Siregar membenarkan peristiwa tersebut.
Dari hasil keterangan awal, polisi menduga korban tertekan karena kebutuhan sekolah yang beberapa kali tidak dapat dipenuhi orang tua akibat kondisi ekonomi keluarga.
"Kemungkinan motifnya karena faktor ekonomi, ada beberapa kali korban meminta sesuatu kebutuhan sekolah kepada orang tuanya tapi tidak bisa memenuhi sehingga kemungkinan korban stres dan labil akhir nya memicunya untuk nekat melakukan itu," jelas Iptu Ramadan kepada wartawan pada Senin, (30/3/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, TS (63), saat mencari keberadaan anaknya yang biasanya sudah berada di kamar mandi pada jam tersebut.
Kepala Sekolah SMAN 1 Ambarita T Jauhari Rumahorbo membenarkan korban merupakan siswanya di kelas 1 SMA.
"Benar, dia adalah murid kami kelas 1 SMA, pribadinya memang pendiam dan penyendiri selama ini," ujar Jauhari Rumahorbo usai bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah VIII bersama para guru menemui keluarga korban.**(Gb-ferndt01)















