Notification

×

Iklan

Iklan

Baru Dua Dapur Aktif, Pemkab Samosir Kejar 14 Titik Makanan Bergizi Gratis

4 Okt 2025 | 10:51 WIB Last Updated 2025-10-04T03:51:30Z

 

Satgas Makanan Bergizi Gratis Dibentuk, Wabup Samosir Tekankan Percepatan Target (1/10- dokdis7/gb)

GREENBERITA.com– Pemerintah Kabupaten Samosir resmi membentuk Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SK Bupati Samosir Nomor 263 Tahun 2025. Dengan terbentuknya satgas tersebut, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk selaku Ketua Satgas menekankan pentingnya percepatan target pemenuhan makanan bergizi gratis melalui pengusulan SPPG untuk pembentukan dapur MBG.


"Satuan tugas dari Pemerintah daerah dan SPPG agar menjalin kolaborasi yang baik. Program Presiden dalam pemenuhan gizi harus kita dukung. Kita kejar target untuk pemenuhan makanan bergizi. Kita upayakan dan dampingi mitra kerja agar tata kelola dan persyaratan ke BGN lengkap, didampingi, kordinasi semaksimal mungkin sehingga memenuhi syarat," kata Ariston dalam rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Samosir, 1 Oktober 2025.


Turut hadir dalam rapat tersebut Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, Korwil SPPI Sarmarina Sitanggang, para camat, serta dinas teknis terkait. Saat ini, SPPG sebagai pengelola dapur MBG di Kabupaten Samosir baru memiliki dua unit yang melayani 6.584 siswa, yakni SPPG Lumban Suhi Suhi (3.295 siswa) dan SPPG Ambarita (3.289 siswa).


Ariston menegaskan perlunya pendampingan penuh bagi mitra kerja yang sudah mengajukan permohonan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar teknis regulasi dapat terpenuhi dan dapur segera beroperasi. "Apa yang bisa kita lakukan langsung eksekusi, saat ini ada 6 mitra kerja yang terverifikasi oleh BGN. Sementara ada 14 titik yang dibutuhkan, ini harus kita kejar dan kerjakan bersama. OPD teknis untuk dapat berkolaborasi terkait hal teknis perijinan, jumlah penerima manfaat dan hal lain yang dibutuhkan. Kita jangan sampai kecolongan, OPD teknis terkait saling memberi petunjuk dan siap bekerjasama," tegasnya.


Bagi masyarakat atau mitra kerja yang berminat, pemerintah mengimbau agar menyediakan lokasi dan melengkapi persyaratan sesuai ketentuan BGN.


Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Samosir, Sarmarina Sitanggang, juga berharap rapat koordinasi satgas MBG dan SPPG dapat menyukseskan program makanan bergizi gratis di Kabupaten Samosir.


Menurutnya, sasaran MBG meliputi peserta didik maupun non-didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. "Bahwasanya BGN tidak membatasi siapapun calon mitra dan dari manapun selagi masih potensial untuk memenuhi kebutuhan. Namun untuk peningkatan ekonomi masyarakat, ada baiknya berasal dari daerah itu sendiri," katanya.


Ia menjelaskan, calon mitra hanya bisa mendaftar melalui portal resmi mitra.bgn.go.id dengan legalitas sah. Saat ini mitra terverifikasi BGN berada di sejumlah titik, antara lain Kecamatan Pangururan (Lumban Suhi Suhi Toruan yang diusulkan Polres Samosir), Kecamatan Palipi (Desa Hatoguan), Kecamatan Harian (Desa Turpuk Limbong), Kecamatan Simanindo (Ambarita), Kecamatan Pangururan (Desa Pardomuan 1), dan Kecamatan Nainggolan (Desa Sipinggan).


Khusus untuk wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), Sarmarina mendorong percepatan pembangunan SPPG dengan dukungan satgas. "Terdapat 29 titik potensi SPPG 3T dari 8 Kecamatan (kecuali Kecamatan Harian, masih terpusat). Awalnya sudah didiskusikan dengan Tim satgas dan sudah survey. Untuk percepatanya agar Satgas membuat surat permohonan ke BGN Pusat," pungkasnya.***(Gb-Ferndt01)