Notification

×

Iklan

Iklan

Giliran Wabup Samosir Gelar Ngantor di Desa Sibonor Ompuratus dan Sinaga Uruk Pandiangan

7 Feb 2024 | 14:59 WIB Last Updated 2024-02-07T07:59:45Z
 
Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang menggelar Program Bunga Desa (07/02/24)



GREENBERITA.com- Setelah Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di mulai lagi oleh Bupati Samosir pada tahun 2024, giliran Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang menggelar program Bunga Desa. 

Wabup Samosir juga membawa pelayanan gratis ke Desa Sibonor Ompuratus dan Sinaga Uruk Pandiangan, Kecamatan Nainggolan, pada Rabu (07/02/2024). 

Berbagai Pelayanan gratis yang dibawa diantaranya, pelayanan pengurusan Administrasi Kependudukan, pelayanan kesehatan gratis, BPJS Gratis, pelayanan KB, penyuluhan stunting dan sosialisasi kekerasan perempuan dan anak, penyuluhan UMKM, Pengurusan perijinan berusaha, pelatihan pembuatan pupuk organik/POP, penyuluhan penyakit rabies, pembinaan desa wisata. Selain itu, Wakil Bupati Samosir juga memberikan bantuan pupuk organik kepada kelompok tani, bantuan pendidikan untuk memotivasi siswa berprestasi, bantuan tambahan gizi untuk stunting, pembagian disinfektan kepada peternak babi, bantuan bibit ikan lele.

Wakil Bupati Samosir, Martua Sitanggang menyampaikan Bunga Desa untuk bertatap muka dengan masyarakat dan menampung keluhan di Desa secara langsung. 

"Kami rindu dengan masyarakat, inilah saya hadir, kami menyayangi rakyat dan tujuan kami untuk menampung keluhan. Dengan adanya bunga desa maka ada pelayanan langsung kepada masyarakat", kata Martua Sitanggang. 

Menanggapi keluhan masyarakat, Wakil Bupati Samosir memerintahkan Kadis PUTR untuk penanganan irigasi sungai Siliot yang menjadi kebutuhan penting pada sektor pertanian. 

Martua mengatakan akan berusaha mencari solusi dengan menjalin sinergitas kepada pemerintah pusat agar usulan tersebut dapat terealisasi.

"Ada keluhan dari kepala desa mengenai irigasi supaya dicatat, kita usulkan ke Dirjen pengairan , biar saya yang bawa langsung", ucap Martua Sitanggang. 

Lebih lanjut, Wakil Bupati Samosir mengatakan bahwa pembangunan Kabupaten Samosir tidak bisa maju tanpa desa sebab desa merupakan ujung tombak pembangunan, pondasi pembangunan. 

Dari 82 persen penduduk yang bergantung pada sektor pertanian, maka perlu perhatian khusus dengan skala prioritas kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, pariwisata dan UMKM, tanpa pertanian yang maju masyarakat tidak akan sejahtera.

"Kemajuan Samosir tergantung kepala desa, kalau 3/4 desa sudah dapat mandiri dan sejahtera maka Samosir sudah maju", tegas Martua 

Dengan kondisi keuangan Kabupaten Samosir yang masih sedikit, ia berharap kepala desa untuk kreatif, berpacu bagaimana meraih kesuksesan supaya pertanian berkembang dalam peningkatan ekonomi untuk mewujudkan masyarakat sejahtera. 

"Disamping itu diharapkan UMKM dapat melakukan pemberdayaan hasil pertanian, semisal menciptakan pabrik mie dari bahan ubi. Harus ada hasil pertanian yang menjadi unggulan, salah satunya mie dan kopi," ujar Martua Sitanggang.

Dirinya juga meminta Kepala Desa untuk menggali potensi pariwisata dan menciptakan event skala nasional/internasional minimal 2 kali setahun, yang dapat memacu peningkatan ekonomi serta dapat dinikmati semua golongan masyarakat. 

Selain pada program Bunga Desa, Wakil Bupati Samosir menekankan agar program dari masing-masing Dinas /OPD harus tetap berjalan. 

Seluruh OPD diharapkan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, dan berusaha dalam peningkatan ekonomi petani.

"Dalam jalan 4 tahun, saya bersama Bupati Samosir masih terus bekerja dan berpikir membangun Kabupaten Samosir menjadi lebih maju. Kami maksimal dengan bupati, bagaimana mengambil dana dari pusat untuk Samosir ", kata Martua mengakhiri

Untuk Tahun 2024 dari APBD di Desa Sibonor Ompuratus Pemkab Samosir memberikan perhatian melalui rekontruksi jalan poros desa sibaganding dusun II sebesar Rp. 100 juta, rekontruksi jalan Aek mual Dusun I Rp. 150 juta dan Untuk Desa Sinaga Uruk Pandiangan lanjutan pengembangan sistim penyediaan air minum Dusun III sebesar Rp. 100 juta, penataan pekarangan SDN 17 Sinaga Uruk Rp. 145 juta.

Wakil Ketua DPRD Samosir Pantas M. Sinaga menyampaikan, DPRD dan Pemkab Samosir saling mendukung untuk memenuhi keluhan masyarakat. Kehadiran DPRD menjadi saksi apa yang akan dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Samosir di Desa.

"Banyak permintaan masyarakat, kami sangat berharap menjadi skala prioritas untuk penanganan banjir bandang", ucap Pantas.

Sebelumnya Kepala Desa Sibonor Ompuratus Binsar Marbun mengatakan dengan semangat juang masyarakat hadir dan berharap akan ada pembangunan dengan kehadiran Wakil Bupati Samosir. 

Ia meminta perhatian Pemkab Samosir untuk penanganan Banjir bandang akibat meluapnya Sungai Siliot yang menggenangi persawahan. 

"Meluapnya sungai siliot mengakibatkan 123 ha lahan persawahan tergenang, sehingga diperlukan perhatian untuk perbaikan 2 bendungan sungai siliot dan saat disebutkannya masyarakat membutuhkan bibit padi, karena 97 persen masyarakat merupakan petani sawah/padi, butuh bibit dan pertanian ini merupakan urat nadi kehidupan kami, mohon diperhatikan", kata Binsar Marbun. 

Selain itu Binsar meminta perbaikan jalan menuju Suhut Nihuta akibat longsor, penambahan ADD, penambahan insentif kader posyandu dan kader-kader lainnya dan alat peraga luar bagi PAUD.

Selain meminta irigasi solar cell, hal yang sama disampaikan Kades Sinaga Uruk Pandiangan, Simson Sinaga bahwa penanganan atau normalisasi sungai siliot sangat dibutuhkan untuk menjamin kelangsungan pertanian.

Sebagai tanda kebesaran dan rasa bangga, Tokoh masyarakat Desa Sibonor Ompuratus dan Sinaga Uruk Pandiangan memberikan ulos (mangulosi) Wakil Bupati Samosir dan Wakil Ketua DPRD Pantas M. Sinaga. 


Turut Hadir, SAB Rudi SM. Siahaan, HUT Isasar Simbolon, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan OPD, Camat Nainggolan Tino Nainggolan, tokoh masyarakat dari dua desa tersebut.

(Gb-Ribka05)