Notification

×

Iklan

Iklan

Wali Kota Gusit Wafat, Parlindungan Purba: Beliau Ikut Letakkan Fondasi Kuat Pembangunan Pulau Nias

15 Jan 2024 | 10:17 WIB Last Updated 2024-01-15T03:40:12Z
Tokoh Masyarakat Sumatera Utara Parlindungan Purba melayat Almarhum Wali Kota Gunung Sitoli, Lakhomizaro Zebua (14/1/24)



GREENBERITA.com-Kabar duka menyelimuti warga Nias ketika Wali Kota Gunung Sitoli Lakhomizaro Zebua meninggal dunia pada Selasa (9/1/2024) sekitar pukul 12.00WIB siang di tengah pengobatan di Malaysia. 


Sebagai sahabat yang mengenal dengan baik Wali Kota Gunung Sitoli ini, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara Parlindungan Purba langsung terbang ke Nias untuk melayat pada Minggu, 14 Januari 2023.


"Mewakili umat Katolik Sumatera Utara, saya mengatakan bahwa beliau adalah orang baik yang selama hidupnya terus berupaya mengelola Kota Gunung Sitolo sehingga tertata dengan baik," ujar Parlindungan Purba. 


Calon Anggota DPD Sumatera Utara pada Pemilu 2024 mendatang ini juga mengakui bahwa Almarhum Lakhomizaro Zebua semasa hidupnya ikut meletakkan fondasi yang kuat guna pembangunan Kepulauan Nias. 


"Beliau juga ikut membuat fondasi yang kuat untuk pembangunan di Pulau Nias dan saya menyampaikan agar perjuangan seluruh masyarakat untuk mewujudkan Provinsi Pulau Nias terus dilanjutkan bersama  sama dan saya siap mendukung," ujar Anggota DPD RI 2004-2019.

Ketika melayat Almarhum Walikota Nias, Sahabat semua suku ini ditemani para hamba Tuhan yaitu Pastor Tema Gulo, Pastor Dion, Pastor Doni, Pastor Nus, Pastor Mikael Toh, Paroki St Maria Gunung Sitoli, Paroki Gembala Baik, Paroki la Verne dan para suster yang turut menyanyikan lagu penguatan dan LP3 KD beserta umat. 

Hadir juga Wakil Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia Rina Sembiring dan Frida Saragih. 


Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Arief S Trinugroho, menyampaikan kabar dukacita meninggalnya Wali Kota Lakhomizaro Zebua. 

"Melalui Pak Pj Gubernur Sumut Hassanudin, Pemprov Sumut menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya Pak Lakhomizaro, Walikota Gunungsitoli," ujar Sekdaprov Sumut, Arief S Trinugroho. 

Arief menyebut, Wali Mota Lakhomizaro Zebua telah melaksanakan tugasnya semaksimalnya untuk pembangunan Gunungsitoli, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat.

Arief meminta masyarakat agar turut mendoakan almarhum.


"Kiranya almarhum diterima Tuhan di sisiNya. Mari doakan juga keluarga almarhum, senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa," tambahnya.

Arief juga meminta masyarakat bersabar untuk menunggu penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Gunung Sitoli.


Sembari menunggu turunnya keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) soal Plt Wali Kota itu, untuk sementara waktu kekosongan jabatan Wali Kota dijalankan Wakil Wali Kota Sowa'a Laoli berkoordinasi dengan Pemprov Sumut.

"Sementara masih kita tunggu keputusan dari Mendagri, begitu keputusan itu kita terima, nantinya langsung kita serahkan kepada Wakil Walikota Gunungsitol, karena biasanya jika wali kota berhalangan tetap, maka yang menggantikan adalah wakilnya," ujar Arief.

Diketahui, Lakhomizaro Zebua meninggal dunia karena sakit di Penang Malaysia, Selasa (9/1/2024). 

Kabar itu dibenarkan Kadis Kominfo Kota Gunungsitoli, Wilfred Orani Lase.

"Ya benar bang, valid informasinya bahwa pak wali telah wafat," ujar Wilfred.


(Gb-ferndr01)