Notification

×

Iklan

Iklan

Hadiri English Tournament-Wali Kota Cup 2023, Walikota Siantar: Ajang Peningkatan Pelajar Berbahasa Inggris

21 Okt 2023 | 15:57 WIB Last Updated 2023-10-21T08:57:09Z
Walikota Pematang Siantar, dr Susanti Dewayani Menghadiri English Tournament Wali Kota Cup 1 di Aula Dinas arsip dan perpustakaan(21/10)


GREENBERITA.com- Ratusan pelajar SMP, SMA, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berpartisipasi mengikuti English Tournament-Wali Kota Cup 1 Pematang Siantar 2023. Kompetisi berlangsung di aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematang Siantar, Sabtu (21/10/2023). 


Kompetisi dengan thema "Evolving Creativity of Young Generation in Facing Global Transition Towards Indonesia Golden 2045" tersebut resmi dibuka Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA. 


Dalam sambutannya, dr Susanti memberikan apresiasi atas terselenggaranya kompetisi tersebut, yang merupakan wujud kolaborasi antara Komunitas Literasi Kota Pematang Siantar dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan.


"Semoga melalui English Tournament-Wali Kota Cup 1 Pematang Siantar 2023 ini nantinya akan ada peningkatan bagi siswa-siswi kita dalam berbahasa Inggris," sebut dr Susanti.  


Selanjutnya dr Susanti mengatakan, Kota Pematang Siantar pernah dikenal sebagai Kota Pendidikan. Dari kota ini banyak lahir tokoh-tokoh nasional di berbagai bidang. Oleh karena itu untuk mewujudkan kembali Kota Pematang Siantar sebagai Kota Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, terutama untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.


"Salah satu bentuk konkretnya adalah kegiatan kita hari ini. Kegiatan yang menjadi wadah kompetisi edukatif bagi generasi muda, khususnya di bidang bahasa Inggris," kata dr Susanti.


dr Susanti sangat bersyukur dengan terlaksananya kegiatan ini melalui kolaborasi yang baik, akan dapat menjadi daya dorong untuk pemanfaatan perpustakaan menjadi rumah literasi. Hal tersebut sejalan dengan upaya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang sedang digalakkan pemerintah.


Kepada para peserta, dr Susanti mengucapkan selamat berkompetisi. Tunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki. Sehingga tidak ada penyesalan nantinya dan menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana peningkatan kemampuan diri. 


"Semoga nantinya dapat meraih juara, dan menjadi kebanggaan bagi kawan-kawan dan guru serta sekolah," tukasnya.


Tidak lupa, dr Susanti mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Literasi Pematang Siantar atas kolaborasi dan kerja samanya. 


"Mari kita terus berjuang meningkatkan literasi untuk mewujudkan Kota Pematang Siantar yang Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas," ajaknya.


Dalam kesempatan itu, dr Susanti juga menceritakan kisahnya dahulu saat masih berstatus pelajar dan mengikuti kompetisi pidato Bahasa Inggris. dr Susanti juga mengaku sering ke perpustakaan untuk membaca buku, terutama buku-buku sejarah.


"Jadi saya minta kepada anak-anak generasi penerus bangsa jangan pernah berhenti untuk belajar dan membaca," pesan dr Susanti.


Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematang Siantar Hamzah F Damanik SSTP MSi mengatakan, tujuan kolaborasi dengan English Club dan melaksanakan kompetisi ini adalah untuk meramaikan perpustakaan. Ia pun mengharapkan agar para peserta dapat sering berkunjung dan nantinya bisa mendaftar sebagai member (anggota) di Perpustakaan Kota Pematang Siantar.


Disampaikan Hamzah, peserta kompetisi sebanyak 140 siswa SMP dan SMA serta mahasiswa. Sedangkan kategori yang diperlombakan yaitu, Puisi, Menulis, Olimpiade Inggris, Debat, dan Story Telling.


Sebelumnya, Ketua Panitia English Tournament Chandra Turnip melaporkan, kegiatan tersebut ini untuk menggali potensi dan talenta pelajar dalam menggunakan dan memahami bahasa Inggris. Tujuannya, memperkenalkan bahasa Inggris sebagai bahasa acuan dan lebih dekat.


"Terima kasih kepada Ibu Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di era pemerintahannya. Kegiatan ini juga sebagai salah satu proses kepada pelajar untuk memberikan pengetahuan story telling. Ada juga peserta dari luar daerah seperti Langkat, Samosir, dan Toba, untuk mengikuti kompetisi ini," terangnya.  


Ketua Literasi Leo Tagor Sitohang mengatakan, Indonesia masih jauh dari Literasi. Namun banyak pegiat literasi yang bertujuan mengajak para pelajar agar memperkuat keilmuan dengan membaca.


“Saya memang dari dulu suka membaca buku, dan saya juga memiliki perpustakaan pribadi. Perpustakaan Nasional, Provinsi, dan Perpustakaan Kota Pematang Siantar juga memberikan buku yang dihibahkan kepada seluruh pegiat literasi,” jelasnya.



 (Gb-Alex03)