Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

Tangkas Manimpan Salurkan Semprot Elektronik Tanaman, Pemerhati Samosir: Ini Sesuai Program Bupati

Jumat, 09 Desember 2022, 18:11 WIB Last Updated 2022-12-09T11:11:39Z
Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat, Tangkas Manimpan Lumbantobing

GREENBERITA.com- Anggota DPRD Sumatera Utara Tangkas Manimpan Lumbantobing menyalurkan alat semprot elektronik tanaman dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara kepada para petani kopi di Kabupaten Samosir, Jumat, (9/12/2022). 

Pembagian alat semprot elektronik tanaman ini diberikan Tangkas Manimpan Lumbantobing pada penutupan acara 'Temu Wicara Kelompok Petani Kopi' yang digelar selama 3 hari (7-9 Desember 2022) di Aula Hotel Vantas, Desa Sialanguan, Kecamatan Pangururan, Sumatera Utara. 

"Alat semprot elektronik tanaman ini kita serahkan kepada 50 petani kopi yang mengikuti pelatihan temu wicara ini," ujar Anggota DPRD Sumatera Utara Tangkas Manimpan Lumbantobing. 

Menurutnya, beberapa waktu yang lalu pihaknya juga telah menyerahkan puluhan ribu bibit kopi pilihan kepada para petani kopi yang mengikuti pelatihan ini. 

"Jadi, setelah bibit kopi kita serahkan, kemudian hari ini kita lakukan pelatihan dan kita bantu alat semprot elektronik tanaman ini, kita harapkan para petani kopi ini dapat menuai hasil panen yang terbaik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Samosir," jelas Tangkas Manimpan Lumbantobing. 

Sementara itu, Pemerhati dan Penggiat Pembangunan Samosir Ir Ober Gultom, MT menyatakan bahwa kegiatan ini akan semakin mendekatkan Samosir mewujudkan petani kopi yang akan menjadi subjek dan bukan objek pembangunan. 

Pemerhati dan Penggiat Pembangunan Samosir Ir Ober Gultom menyampaikan filosofi tentang arti kata 'Terimakasih' untuk kebaikan sesama dan diri sendiri bagi para petani kopi, (9/12/2022)

"Kita sangat menghargai upaya Tangkas Manimpan Lumbantobing yang terus mengarahkan aspirasi pembangunannya ke Kabupaten Samosir, ini sangat baik dan mendekatkan petani kopi Samosir menjadi pelaku ekonomi kerakyatan dan bukan objek seperti selama ini," ujar Ober Gultom. 

Sebagai penggiat pembangunan yang aktif melakukan pembangunan bidang perhotelan dan perumahan sebagai pendukung wisata Samosir, Ober Gultom ikut mendorong petani kopi untuk lebih kreatif. 

"Agar dapat sebagai subjek ekonomi kerakyatan, kita mendorong kopi yang dijual ke Samosir tidak lagi dikirimkan dalam bentuk baku, tapi sudah di olah menjadi packing sehingga harganya dapat meningkat 200 sampai 300 persen, itu harus diupayakan petani dengan pihak swasta serta di advokasi oleh pemerintah daerah," tegas Ober Gultom. 

Seorang peserta kegiatan yang juga petani kopi, Jhon Saidi Situngkir sangat mengapresiasi dan bangga dapat mengikuti pelatihan bagi petani kopi ini. 

"Kami bangga dan berterimakasih dapat diundang mengikuti kegiatan ini, terutama kepada Pak Tangkas Manimpan Lumbantobing yang menggiring kegiatan ini, semoga kami semakin terlatih dan jadi petani kopi yang sukses," ujar Jhon Saidi Situngkir. 

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Ober Gultom yang bersedia menampung hasil UMKM khususnya kopi packing di perhotelan yang dimilikinya di seluruh Indonesia. 

"Kedepannya, kami tetap berharap ada pendampingan dari para penyuluh pertanian di Samosir supaya kami bisa langsung mempraktikkan pelatihan ini pada pertanian kopi ini," pinta Jhon Saidi Situngkir. 

Selain dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, hadir juga sebagai narasumber Plt Kadis Ketapang dan Pertanian Samosir Dr Tiur Gultom serta Kadis Koperindag Samosir Rista Sitanggang. 

(Gb-Aksel02)

Iklan