Pangula Nature, Program Dinas Pertanian Samosir Ajak Petani Kembalikan Kesuburan Tanah -->

VIDEO

Pangula Nature, Program Dinas Pertanian Samosir Ajak Petani Kembalikan Kesuburan Tanah

Green Berita
Senin, 29 Agustus 2022


GREENBERITA.com
- Guna mendukung pelaksanaan Perda Samosir Nomor 3 Tahun 2021 Tentang RPJMD Kabupaten Samosir Tahun 2021-2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir melakukan program perbaikan dalam peningkatan produktivitas pertanian yang merupakan bagian dari tugas untuk membantu Bupati Samosir di bidang pangan, bidang pertanian, bidang perikanan, sub urusan peternakan, sub urusan perkebunan dan penyelenggaraan sistem penyuluhan pertanian.

Pertukaran informasi dan transfer ilmu dan teknologi pembangunan pertanian kepada kelompok tani/petani di Kabupaten Samosir sangat diperlukan mengingat pertanian di Kabupaten Samosir semakin lama semakin menurun produktivitas. Hal ini disampaikan Plt Kadis Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir Dr Timur Gultom ketika berbincang dengan GreenberitaTV pada Kamis, 11 Agustus 2022. "Sebagian hal ini diakibatkan rendahnya kualitas tanah seperti rendahnya pH tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang semakin tinggi dan terus menerus, pembakaran lahan dan penggunaan herbisida," ujar Dr Tiur Gultom. Akademisi yang sebelumnya berasal dari Universitas Negeri Medan ini mengatakan bahwa lahan pertanian Kabupaten Samosir memerlukan perbaikan untuk mendapatkan kualitas tanah yang mampu mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman. "Bahan organik merupakan suatu cara atau bahan untuk memperbaiki tanah yang sudah rusak. Selain pupuk organik juga harus mendukung dari penggunaan pestisida organik/nabati," tambahnya. Menurutnya, program Dinas Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir yaitu 'Pangula Nature dengan motto “Bertani Selaras Alam” merupakan suatu kegiatan yang diharapkan mampu memperbaiki kualitas tanah sehingga pertanian Kabupaten Samosir semakin baik dan kesejahteraan petani semakin meningkat. "Sistem pertanian yang berbasis pada lingkungan yang menguntungkan secara ekonomi dan kesehatan pada petani karena semua prosesnya mulai dari kegiatan produksi, pemanenan dan pasca panen menggunakan bahan-bahan organik dengan memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal," ujar Dr Tiur Gultom. Kegiatan Panguka Na Ture mencakup pembuatan dan Pemanfaatan Pupuk Organik, Pengaturan Pola Tanam, Pembuatan dan Pemanfaatan Pestisida Organik/Hayati, Pembuatan dan Pemanfaatan Pakan Organik dan Sosialisasi Pencegahan Pembakaran Hutan dan Lahan dimana dengan kegiatan ini diharapkan perubahan yang lebih baik menuju masyarakat Samosir yang “ Better Farming, Better Living dan Better Bussiness”. Adapun Ruang Lingkup PANGULA NATURE adalah petani dan peternak yang ada di 9 Kecamatan (128 desa dan 6 kelurahan) Kabupaten Samosir dengan metode Pelaksanaan : a. Melakukan pembinaan dan pendampingan pembuatan pupuk organik, Pestisida organik/nabati dan pakan ternak organik. b. Melakukan pendampingan penerapan/ percontohan/demplot penggunaan pupuk organik pada tanaman dan pemberian pakan organik pada ternak dan ikan. c. Melakukan Sosialisasi dan Rembug tani di Desa/Kecamatan untuk pelaksanaan pengaturan pola tanam yang tertib dan teratur. d. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kepada petani dan peternak/pembudidaya ikan. e. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan Pangula Nature akan mulai dilaksanakan dari tahun 2022-l sampai 2026 di Kabupaten Samosir di 9 kecamatan Kabupaten Samosir.l melalui: 1. Sosialisasi Dan Pelatihan Kepada PPL dan Kelompok Tani. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik sudah dilaksanakan sejak Januari 2022 terhadap penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani di Kabupaten Samosir dan hingga saat ini masih dilakukan sosialisasi dan pendampingan kepada kelompok tani yang masih belum melakukan pembuatan pupuk organik. 2. Pembuatan dan Penggunaan Pupuk Organik. Pembuatan pupuk organik hingga saat ini masih terlaksana di kelompok tani baik pupuk organik padat, pupuk organik cair dan eco enzim. Pembuatan pupuk organik hingga 01 Agustus 2022 sebanyak 163.562 Kg (pupuk organik padat) dan 11.896 Liter (pupuk organik cair). Bagaimana pernyataan lengkap Plt Kadis Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir Dr Tiur Gultom bersama TBPP Samosir Marhuale Simbolon, simak selengkapnya pada tayangan YouTube GreenberitaTV Channel berikut ini.,

Loading...