Entah Kenapa, Boang Manalu Ditemukan Gantung Diri di Hutan Harian Samosir -->

VIDEO

Entah Kenapa, Boang Manalu Ditemukan Gantung Diri di Hutan Harian Samosir

angga sagala
Kamis, 07 Oktober 2021

Proses saat evakuasi korban

SAMOSIR, GREENBERITA.com -  Seorang anak muda bernama Robianto Boang Manalu berumur 23 tahun ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung pada Kamis, 07 Oktober 2021 sekira pukul 10.00 Wib di Dusun III Pamintoran Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Samosir.

Pernyataan ini disampaikan Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH ketika dikonfirmasi Greenberita pada Kamis, 7 Oktober 2021.

"Benar, anggota kita dari Polsek Harian telah menemukan seorang pria bernama Ribianto Boang Manalu gantung diri di Hutan Partungko Naginjang, Kecamatan Harian," ujar AKBP Josua Tampubolon.

Menurutnya, penemuan mayat tersebut bermula ketika personil Polsek Harian mendapat informasi dari masyarakat telah ditemukan korban Bunuh diri dengan gantung diri.

Jelasnya, pada Rabu tanggal 06 Oktober 2021 pukul 06.30 Wib, adek korban Nanda Boang Manalu melihat Abang nya Arianto Boang Manalu ( Korban, red) pergi ke ladang yang berjarak sekitar 2 Km dari rumahnya.

"Mendengar hal itu, kemudian pada pukul 08.00 Wib, saksi yang juga teman korban Boy risman Sipayung pergi ke gubuk korban namun tidak menjumpai korban dan menelpon korban, namun tidak menjawab telepon sehingga Risman menunggu korban hingga pukul 10.00 Wib, namun karena tidak kunjung bertemu korban, Risman Sipayung pergi membantu orang tua nya di ladang," jelas AKBP Josua Tampubolon.

Dan sekira Pukul 21.00 Wib adik korban Nanda Boang Manalu yang berada di Desa Baneara di telepon oleh Orang tua nya yang mengatakan bahwa Abang nya Robianto Boang Manalu belum juga kembali, sehingga Nanda kembali ke rumah. 

"Sesampai nya di rumah Nanda bersama masyarakat melakukan pencarian di sekitar ladang korban dan hingga pukul 00.30 pencarian belum membuahkan hasil sehingga masyarakat menghentikan pencarian.

Keesokan pagi, tanggal 07 Oktober 2021 adik Korban Nanda bersama saksi Arianto Situmorang kembali ke ladang untuk melakukan pencarian. 

"Betapa terkejutnya adek korban ketika sekira pukul 09.00 Wib menemukan mayat korban sudah tergantung di atas pohon yang berjarak sekitar 500 meter dari ladang korban," ujar AKBP Josua Tampubolon.



Informasi yang dihimpun dari warga diketahui bahwa korban sempat memposting status di aplikasi percakapan WhatsApp pada Kamis, 06 Oktober 2021 sekira pukul 09.00 Wib dengan kata kata, "Mungkin Ini Akhir Dari Cerita, Selamat Tinggal Dunia."  

Pihak kepolisian sektor Harian yang dipimpin Kapolsek Herman Sembiring S.H dan anggotanya langsung melakukan permintaan keterangan kepada para saksi serta menyita barang bukti Satu unit Handphone Oppo warna putih, Satu Pasang Sepatu Boat dan Tali nilon sekitar 1 Meter serta melakukan pengamanan TKP.

"Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan yang mengatakan menolak untuk dilakukan Visum dan otopsi kepada korban," ujar Kapolsek Harian AKP Herman Sembiring.

(Gb-ferndt01)

Loading...