Hari Tani 61, Petani Samosir Keluhkan Tingginya Biaya Pendidikan Masa Pandemi -->

VIDEO

Hari Tani 61, Petani Samosir Keluhkan Tingginya Biaya Pendidikan Masa Pandemi

Radio samoir Green
Jumat, 24 September 2021

Petani Peserta Diskusi Hari Tani 76 STKS Samosir, Nurita Simbolon



Para petani Samosir yang bergabung dalam Serikat Tani Kabupaten Samosir (STKS) berkumpul dan berdiskusi merayakan Hari Tani ke-61 di Puro Coffe and Resto di Kompleks Kantor Praeses HKBP Distrik VII Samosir, Pangururan pada Jumat, 24 September 2021.


Lahirnya UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UU PA) yang berisikan prinsip-prinsip dasar bagi pemerintah dan rakyat untuk menjalankan reforma agraria. Kemudian berdasarkan Kepres No.169 Tahun 1963 ditetapkan bahwa 24 September sebagai Hari Tani Nasional.


Didampingi KSPPM, STKS mengundang para jurnalis untuk berdiskusi dan menyampaikan persoalan yang terjadi ditengah para petani Samosir saat ini.


Isu kelangkaan pupuk dan teknologi pertanian serta isu pendidikan dan bibit serta irigasi menjadi topik-topik diskusi yang disampaikan para petani yang hadir sebagai pembicara.


Dibidang pendidikan, seorang petani perempuan bernama Nurita Simbolon menyatakan persoalan biaya pendidikan justru meningkat di masa pandemi.


"Pengeluaran para petani yaitu kami sebagai orangtua murid meningkat selama pandemi karena sejak Maret 2020 sampai saat ini, orang tua dibebani dengan pembelian paket internet dan handphone android supaya bisa mengikuti sistem pendidikan melalui daring, sementara uang sekolah tidak ada berkurang. Bahkan karena keterbatasan jaringan internet di desa desa, maka akses terhadap pendidikan yang berkualitas semakin sulit digapai sampai ke pelosok desa," ujar Nurita Simbolon.


Sementara itu, persoalan system zonasi untuk penerimaan siswa baru dianggap tidak berjalan dengan baik karena ada 38 siswa SMP di Kecamatan Sianjurmula yang tidak tertampung kuota zonasi untuk tahun ini untuk melanjutkan pendidian tingkat SMA/SMK Negeri.


"Pendaftaran siswa baru secara online justru menimbulkan masalah karena website tidak bisa diakses dan bagi siswa yang tinggal ditempat terpencil mengalami gangguan  sinyal dan mengalami kesulitan seperti di Desa Saor Nauli, Kecamatan Palipi, Desa Sijambur, Kecamatan Ronggur Nihuta, Desa Aeknauli Kecamatan Pangururan," ujar Sekretaris STKS Samosir, Zefri Siboro.


Dia juga berharap beasiswa bagi Mahasiswa seharusnya ditampung oleh APBD secepatnya bagi mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu.


"Jadi bukan hanya kepada mahasiswa di 5 universitas unggulan tersebut," pungkas Zefri Siboro.

Petani STKS peserta diskusi Hari Tani ke -76 di Samosir

Diharapkan Peringatan HTN ini membawa semangat perubahan nasib kaum tani dengan penyediaan tanah bagi petani. 


"Kami akan tetap bertekad untuk berjuang dan meningkatkan peran petani di semua bidang secara teroganisir dalam Serikat Tani Kabupaten Samosir (STKS), yang merupakan kelanjutan dari Organisasi Forum Petani Samosir Sekitarnya (Fortase) yang didirikan pada 18 April 2005 di tengah-tengah semangat perubahan yang bercita-cita untuk mewujudkan Petani Mandiri, Sejahtera dan Berdaulat," ujar Ketua STKS Samosir, Esbon Siringoringo.


"Kami berharap agar para petani yang menjadi profesi terbanyak yaitu sekitar 80 persen di Samosir mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan kami,"' tambahnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Angel Manihuruk dari KSPPM, Zefri Siboro, Jonter Simbolon, Tiurina Simbolon, Kaslem Situmorang, Paler Sitanggang, Nurita Simbolon, Narisa Simanjuntak dari STKS dan Pdt Samuel Sihombing dari Puro Coffe and Resto.


(GB-ferndt01/rel)

Loading...