GREENBERITA.com- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik delapan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, Senin (13/7/2026). 
Bobby Nasution Minta 8 Pejabat Eselon II yang dilantik Genjot Program Pendongkrak Ekonomi, Abu Kosim Digeser dari Biro Kesra (13/7- Ferndt/gb)
Dalam pelantikan tersebut, Bobby menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus menghadirkan program yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital.
Pelantikan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (13/7/2026).
Delapan pejabat yang dilantik yakni Chusnul Fanany Sitorus sebagai Kepala Badan Kepegawaian, Illyan Chandra sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Yuliani Siregar sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Parlindungan Pane sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan Sumber Daya Alam, Ady Putra Parlaungan sebagai Kepala Dinas Sosial, Sabar Jaya sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Abu Kosim sebagai Kepala Biro (Kabiro) Pemerintahan dan Otonomi Daerah, serta Ade Sofianita sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat.
Sebagai catatan, Abu Kosim sebelumnya menjabat sebagai Kabiro Kesra ketika namanya disorot dalam polemik tertahannya kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumatera Utara di Manokwari, Papua Barat, pada akhir Juni 2026.
Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial dan memicu kritik terhadap pengelolaan administrasi perjalanan oleh Biro Kesra. Bahkan Gubsu Bobby Nasution secara terbuka menyatakan bahwa persoalan tersebut merupakan kesalahan Biro Kesra.
Dalam sambutannya, Bobby Nasution mengatakan sejumlah OPD memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Di antaranya Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Sosial, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.
“Bangun program yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan nilai tambah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bobby Nasution.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Bobby Nasution juga meminta seluruh OPD terus berinovasi dan melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi agar layanan menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
“Saya juga meminta seluruh OPD terus bertransformasi, termasuk melalui digitalisasi pelayanan, sehingga pelayanan publik menjadi lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel,” ujar Bobby Nasution.
Pada kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dan tanggung jawab jabatan dengan sebaik-baiknya.**(Gb-ferndt01)















