Ada 73 Titik Hambatan Mudik Untuk Wilayah Sumatra Utara -->

VIDEO

Ada 73 Titik Hambatan Mudik Untuk Wilayah Sumatra Utara

Radio samoir Green
Sabtu, 08 Mei 2021

Ada 73 lokasi penyekatan di wilayah Sumut, Cek poin Sosa perbatasan Padang Lawas dengan Rokan Hulu, Riau
GREENBERITA.com Larangan mudik Lebaran 2021 berlaku pada 6-17 Mei 2021. Pemerintah juga memberlakukan aturan tambahan berupa pengetatan perjalanan berlaku mulai 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021. 


Ketentuan peniadaan mudik dan pengetatan perjalanan tertuang dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021Ada 73 titik penyekatan di Sumatra Utara yang diberlakukan untuk menghalangi warga melakukan mudik.


"Ada 73 lokasi penyekatan di wilayah Sumut. Di antara 73 itu, di dalamnya ada 13 pelabuhan, bandara, stasiun, kemudian ada 9 titik penyekatan antarprovinsi. Perbatasan dengan Riau, Sumbar, Aceh, itu ada 9 titik," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, dirilis dari detik.com


Ada 10 titik penyekatan yang dilakukan di pintu-pintu masuk wilayah Sumut. Sepuluh titik itu menghubungkan Provinsi Sumatra Utara dengan Provinsi Aceh, Provinsi Riau, dan Provinsi Sumatera Barat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum)


Selain penyekatan antarprovinsi, terdapat penyekatan antarkabupaten dan antarkota di Sumut. Penyekatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya mudik lokal.

Adapun 10 titik penyekatan antarprovinsi di Sumut yaitu:


Batas Wilayah Sumut-Aceh

  • 1. Jalinsum Medan-Banda Aceh di Desa Halaban, Besitang, Langkat
  • 2. Waterpark Ria Desa Air Hitam, Gebang, Langkat
  • 3. Pos Lantas Sei Arang, Sei Dendang, Stabat, Langkat
  • 4. Lau Baleng perbatasan Karo dengan Aceh Tenggara
  • 5. Perbatasan Pakpak Bharat dengan Kota Subulussalam, Aceh
  • 6. Jalan Manduamas-Singkil Desa Saragih Barat, Tapanuli Tengah

Batas Wilayah Sumut-Riau

  • 1. Jalinsum Sei Beruhur, Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan
  • 2. Cek poin Sosa perbatasan Padang Lawas dengan Rokan Hulu, Riau

Batas Wilayah Sumut-Sumbar

  • 1. Jalan Lintas Medan-Padang Km 75-78, Muara Sipongi, Mandailing Natal
  • 2. Jalan Lintas Km 98-99 Ranto Baek Panyabungan-Sumbar.


Sementara itu, titik penyekatan antarkabupaten dan antarkota di Sumut yaitu:

    • Serdang Berdagai:     3 pos
    • Tebing Tinggi:           3 pos
    • Asahan:                    6 pos
    • Tanjungbalai:            1 pos
    • Pematangsiantar:       4 pos
    • Simalungun:              6 pos
    • Labuhanbatu:            3 pos
    • Padang Lawas:           2 pos
    • Tapanuli Utara:          3 pos
    • Tapanuli Selatan:       5 pos
    • Mandailing Natal:       2 pos
    • Batubara:                  3 pos
    • Nias:                         4 pos
    • Tapanuli Tengah:        2 pos
    • Sibolga:                     2 pos
    • Padangsidimpuan:      4 pos
    • Pakpak Bharat:           1 pos
    • Toba:                         2 pos
    • Samosir:                    5 pos
    • Dairi:                         1 pos
    • Humbang Hasundutan 3 pos
    • Karo:                         1 pos
    • Binjai:                        4 pos
    • Langkat:                     2 pos
    • Pelabuhan Belawan:    1 pos


Sebelumnya, Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi juga melarang warganya melakukan mudik. Hal ini karena kasus positif Corona di Sumut yang naik lagi setelah sempat turun beberapa waktu yang lalu.


"Rakyat Sumatera Utara-ku, dengan kondisi setiap ada kegiatan libur bersama itu cenderung meningkat sama dengan sekarang ini. Kemarin kita sudah sempat kepala 5, 50 maksudnya. Sekarang, dua hari yang lalu naik menjadi 64, sekarang sudah 76. Berarti tren naik dia," kata Edy di Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Rabu (5/5).


Edy mengatakan Pemprov Sumut akan melakukan penyekatan di pintu-pintu masuk Sumut. Hal ini dilakukan untuk mencegah warga mudik


Dia menyebut penyekatan dilakukan di pintu masuk Sumut. Selain itu, ada penyekatan di setiap perbatasan kabupaten dan kota yang juga untuk menghalangi warga mudik


"Sumatera Utara akan melakukan, karena ada 33 kabupaten/kota. Kami bersama-sama Kapolda dan Pangdam sudah sepakat untuk itu. Sebelum ada perintah dari pusat, kami sudah lakukan. Apalagi saat ini sudah menjadi perintah dari pusat," ucapnya.

(GB-RIZAL/REL)

Loading...