Notification

×

Iklan

Iklan

Setelah Dibeli, Pesawat CN 235-220 Buatan Indonesia Tiba di Senegal

1 Apr 2021 | 05:16 WIB Last Updated 2021-03-31T22:16:55Z

Setelah resmi dibeli Angkatan Udara Negara Senegal, Pesawat CN 235-220 MPA produksi PT. Dirgantara Indonesia tiba di Pangkalan Udara Dakar, Senegal.

GREENBERITA.com -
Setelah resmi dibeli Angkatan Udara Negara Senegal, Pesawat CN 235-220 MPA produksi PT. Dirgantara Indonesia tiba di Pangkalan Udara Dakar, Senegal.


Acara penyambutan pesawat dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara Senegal, Brigadir Jenderal Papa Souleymane SARR. Pesawat canggih tersebut berangkat dari Bandara Husein Sastra Negara, Bandung pada tanggal 19 Maret 2021 setelah dilepas langsung oleh Menhan RI Prabowo Subianto, melalui rute yang melintasi 12 negara dan singgah di India, Qatar, Sudan, Chad dan Niger dengan jumlah kru sebanyak 10 orang dimana salah satu pengawaknya adalah Kapten Laut (P) Anjun Nugroho dari kesatuan Puspenerbal.


Dan sebagai wujud nyata diplomasi dan hubungan kerjasama militer pertahanan antara kedua negara selama ini, Atase Pertahanan (Athan) RI Kolonel Arh Bangun Manahan Tanjung mendampingi Dubes RI di Dakar, H.E. Dindin Wahyudin menyambut kedatangan pesawat CN 235-220 MPA produksi PT. Dirgantara Indonesia.


Rencananya pesawat CN 235-220 MPA akan digunakan oleh Angkatan Udara Senegal untuk misi-misi patroli laut. Pesawat tersebut merupakan pesawat ketiga yang dibeli oleh Angkatan Udara Senegal dari PT. DI, dimana sebelumnya Senegal juga telah membeli pesawat CN 235 pada tahun 2011 dan 2014 yang masih terus beroperasi sampai saat ini.


Pada kesempatan tersebut, Dubes RI menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Angkatan Udara Senegal yang kembali menggunakan pesawat produksi Indonesia. 


"Dengan pembelian pesawat CN 235-220 MPA tersebut membuktikan bawa hubungan kerjasama militer dan pertahanan di antara kedua negara sangat baik dan produktif, sehingga di masa yang akan datang diharapkan makin banyak lagi bentuk-bentuk kerjasama yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata kedua negara, misalnya dalam bidang pendidikan, kunjungan maupun latihan bersama," pungkas Dubes RI di Dakar, H.E. Dindin Wahyudin.

(gb-rizal/rel)