Notification

×

Iklan

Iklan

Ngobrol Santai Bareng Bang Gendut Samosir Green, Generasi Milenial

27 Jan 2021 | 20:20 WIB Last Updated 2023-07-29T04:19:14Z
 Program Siaran NSB2G Radio Samosir Green 101.7 FM
GREENBERITA.com Mereka kelahiran 1980-1995 merupakan Generasi Milenial saat ini mereka mendominasi bursa tenaga kerja dan keberadaan mereka mengubah bagaimana kebanyakan pekerjaan harus beroperasi bila tidak ingin ditingalkan oleh karyawannya.


Malam ini jam 21.00pm - 23.00pm Bang Gendut akan mengupas tuntas dalam Ngobrol santai dengan Bang Gendut yang merupakan program baru dari Samosir Green 101.5 FM.


Berikut adalah tiga cara terbaik untuk berkomunikasi dengan generasi milenial sebagai berikut'


Tekankan kerja sama

Pavel Vosk, seorang konsultan manajemen yang berfokus pada milenial, berkata bahwa milenial mempunyai sifat yang mudah bosan, agak arogan, dan tidak mementingkan pekerjaan atau perusahaannya. Namun, mereka sangat memedulikan kerjasama.


"Aku akan menanyakan perasaan mereka bila menjadi orang lain dan menekankan bahwa tindakan tersebut melukai bukan aku, tetapi rekan-rekan kerjanya," katanya.


Dengarkan mereka

Anda mungkin telah merasa telah mendengarkan pendapat karyawan milenial, tetapi seberapa sering Anda menanggapi mereka dengan "Ya, tapi...?"


Kulhan, Founder dan CEO dari konsultasi Business Improv, menyarankan tanggapan tersebut menjadi "Ya, dan...". 


Hal ini terdengar remeh, tetapi kata "tapi" menegasikan, membatasi, dan menurunkan moral karyawan yang ingin berkolaborasi dengan Anda.


Penuhi janji


"Janji yang dibuat oleh atasan atau HRD selama proses wawancara menciptakan ekspektasi," kata Bill Pelster, Managing Partner untuk Bersin by Deloitte.


Strategi yang lebih baik, menurut Pelster, adalah menegaskan kembali ekspektasi milenial kepada perusahaan selama proses wawancara. Lalu, selama masa kerja, usahakan untuk membangun komunikasi tatap muka agar karyawan bisa melihat konteks dan tanda-tanda visual dengan jelas.

(GB-RizalDM)