Di Pematangsiantar, Terjadi Percobaan Penculikan Anak SD -->

VIDEO

Di Pematangsiantar, Terjadi Percobaan Penculikan Anak SD

angga sagala
Selasa, 17 Maret 2020

Haibon Siahaan saat menunjukkan pecahan kaca di lokasi kejadian, tak jauh dari rumahnya di Pematangsiantar, Senin, 16 Maret 2020.
PEMATANGSIANTAR, GREENBERITA.com || Kepolisian tengah mengusut kasus dugaan percobaan penculikan anak di Jalan Bah Kora II, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Siantar Marihat Ajun Komisaris Polisi Bilmar Limbong melalui Kepala Unit Reserse dan Kriminal Inspektur Polisi Dua Ponijan, membenarkan adanya kabar penculikan anak di wilayahnya. Katanya sejauh ini pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut.

"Sudah kita cek TKP-nya, cuma laporan masih mau kita buatkan sembari mengumpulkan saksi-saksi setempat untuk dimintai keterangan. Masih dalam penyelidikan kami saat ini," kata Ponijan, yang dilasnir dari  Tagar.id Senin, 16 Maret 2020.

Lurah Sukaraja Sabar Hutabarat juga telah mengetahui peristiwa yang dialami warganya. Kata Sabar, peristiwa sama juga pernah dialami warganya dua bulan lalu.

"Iya, memang laporan peristiwa percobaan penculikan anak warga saya. Kita sudah temui orangtua dan melaporkan kepada pihak berwajib. Dua bulan lalu juga ada yang melaporkan hal yang sama ke saya," kata Sabar.

Percobaan penculikan terhadap APS, bocah 8 tahun, awalnya ramai dibagaikan di media sosial Facebook. Penuturan APS, peristiwa tersebut tak jauh dari kediamananya.

APS yang duduk di bangku kelas II SD, itu menuturkan peristiwa yang dialaminya saat ditemui Tagar di kediamannya. APS didampingi Lurah Sukaraja Sabar Hutabarat dan sang ayah Haibon Siahaan, menyebut malam itu pukul 21.00 WIB, listrik sedang padam.

APS pun berniat menemui ayahnya Haibon Siahaan yang berada di luar, tak jauh dari rumahnya. Di tengah jalan, APS bertemu dengan empat orang yang tak dikenalinya.

"Awalnya aku ditanyak kenal sama Indera, aku jalan aja. Terus tanganku ditangkap dimasukkan ke dalam mobil Avanza warna biru dan mulutku diperban," katanya.

Menurut APS, dia berhasil kabur lewat pintu belakang mobil dan berlari ke area perladangan. 

"Dari dekat rumah aku kantongin batu. Jadi kupecahkan kaca mobil belakang pakek batu, terus ke luar dan lari ke perladangan serai," tutur APS.

Haibon mengatakan, peristiwa itu sudah dilaporkan kepada pihak berwajib. Dia berharap peristiwa itu tidak terjadi kepada anaknya.

"Setelah dengar dari APS, sudah kita laporkan kepada kepolisian. Kemarin, lurah, dan babinsa juga sudah cek TKP bersama kepolisian. Ya, semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan pelaku bisa ditangkap," sebut Haibon.

(gb-ars/rel)

Loading...