Sadis! Op. Jonatan Silaban Dibunuh saat Tagih Utang,

VIDEO

Sadis! Op. Jonatan Silaban Dibunuh saat Tagih Utang,

Selasa, 04 Februari 2020

BANDUNG, GREENBERITA.com || Warga Kampung Cisaroke, RT 5/1, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, digegerkan dengan penemuan mayat, Senin (3/2/2020) sore.

Mayat tersebut merupakan korban pembunuhan di salah satu warung ramen, yang berada di Katapang, Kabupaten Bandung. 

Korban kasus pembunuhan tersebut W, dibuang ke jurang yang kedalamannya sekitar 30 meter oleh pelaku utama L.

Polresta Bandung pun telah menangkap 5 pelaku, pembunuhan berencana tersebut dan L sempat melarikan diri.

Kini L sudah berhasil ditangkap. Warga sekitar berdatangan menyaksikan evakuasi korban yang dilakukan oleh para polisi.

Warga yang berdatangan, mulai dari anak-anak hingga orangtua. 

Beberapa warga yang melihatnya langsung mengabadikannya baik video atau foto dengan ponsel yang dimilikinya.

Sebelum kedatangan polisi warga tidak mengetahui terdapat mayat di jurang tersebut.

Sebelumnya diberitakan, lima orang ditangkap polisi diduga telah melakukan penyekapan dan pembunuhan berencana, di salah satu kedai ramen, yang berada di Katapang, Kabupaten Bandung.

Namun pelaku utama L kini masil dalam pengejaran polisi.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, mengatakan, tanggal 28 Januari 2020 polisi mendapat laporan korban ES hilang dan tidak ada kabar.

"Dari hasil penyelidikan di lapangan kami kemudian memeriksa 14 orang dan melakukan penahanan kepada 5 orang  yang diduga turut serta dalam melakukan kejahatan," ujar Hendra Kurniawan, di Mapolresta Bandung, yang dilansir dari Tribun-medan , Senin (3/2/2020).

Hendra mengatakan, 5 orang tersangka itu yakni SR, DM, DS, AM, dan IN, yang merupakan pekerja di kedai tersebut.

"Ini kejahatannya kemungkinan besar merupakan pembunuhan berencana," kata dia.

Hendra memaparkan, kronologis pembunuhannya korban datang ke tempat tersebut kemudian dipukul dengan menggunakan bata.

"Ditarik ke kamar mandi, ditenggelamkan di bak air, kemudian digorok dengan menggunakan pisau ini," kata Hendra, sambil menunjukkan pisau yang digunakan pelaku.


Hendra mengatakan, motifnya yang bersangkutan, korban ini akan menagih utang kepada pelaku utama L.

L merasa terganggu atas kegiatan korban yang menagih utang. Menurutnya, korban merupakan penagih utang dan tersangka merupakan orang yang berutang kepada korban.

"Sehingga muncul inisiatif untuk melakukan pembunuhan, sudah dilakukan penahanan 5 tersangka, sisanya masih kami lakukan pengejaran dan upaya penangkapan," ucapnya.

Hendra mengungkapkan korbannya sudah meninggal dan belum ditemukan,

"Untuk korban kami menunggu pelaku utama dan ketika pelaku utama berhasil ditangkap kami lakukan pencarian," katanya.

Sebab menurut Hendra, jasad korban dibuang oleh pelaku utama L, sedangkan pelaku utama masih dilakukan pengejaran.

"Mudah-mudahan di daerah Jatim dalam waktu cepat bisa kami tangkap L," ucapnya.

Untuk kasus tersebut kata Hendra, terkena pasal 340, terkait pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup penjara atau hukuman mati.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga telah mengamankan barang bukti, seperti mobil yang digunakan pelaku membawa korban, sepeda motor, pisau yang digunakan pelaku, batu, pakaian berlumuran darah, dan lainnya.

Meski bau busuk sangat menyengat tercium dari radius puluhan meter, warga tetap berdatangan seakan penasaran untuk melihat polisi mengevakuasi korban pembunuhan di Kampung Cisarongge, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Senin (3/2/2020) sore.

Meski polisi melarang warga mendekati jurang yang menjadi tempat dibuangnya korban, warga tetap mendekat berbondong-bondong menyaksikan proses evakuasi.

Evakuasi pun seakan jadi tontonan, semakin sore warga yang datang ke TKP semakin banyak. 

Desti (34) seorang warga mengatakan kedatangannya ke lokasi untuk melihat secara langsung evakuasi yang dilakukan polisi karena penasaran.

"Sebelumnya saya belum tahu di sini ditemukan mayat," ujar Desti, di lokasi kejadian.

Desti mengatakan sebelumnya saat lewat di jalan dekat jurang tersebut tercium bangka tapi tidak tahu ada mayat.

"Emang bau sebelumnya, tapi saya sangka sampah atau ada bangkai binatang karena memang di situ banyak sampah," ujar Desti sambil menunjuk jurang tersebut.

Ternyata, kata Desti, ada mayat, makanya dia datang untuk melihat karena penasaran.
( trimen)

Loading...