Notification

×

Iklan

Iklan

Polres Samosir Gelar Rekon Kasus Penganiayaan Jerikson Situmorang

5 Feb 2020 | 14:59 WIB Last Updated 2020-02-06T03:23:45Z
Rekonstruksi kasus penganiayaan Jerikson Situmorang hingga mengakibatkan kematian digelar di Palipi, Selasa (04/02/2020)
GREENBERITA.com, Samosir - Pihak Kepolisian Resor Samosir menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian Jerikson Situmorang, Selasa (04/02/2020) di Lumban Gaol Desa Parsaoran Urat Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir.

Dari reka adegan yang dilaksanakan di lapangan, terungkap peristiwa Penganiayaan tersebut diawali karena bahasa kotor yang dilontarkan korban Jerikson Situmorang. Meski bukan kepada tersangka Frengki Situmorang tujuan kata kotor tersebut, namun Frengki merasa kesal lantaran dikatakan di depan warung miliknya.

Sesuai berita acara rekonstruksi yang diterima wartawan, pelaku Fengki Situmorang awalnya bersama ketiga orang rekannya berada di warung tuak sambil minum tuak pada hari Jumat (13/12/2019). Beberapa saat kemudian, Jerikson melintas dari depan warung tersebut dan dipanggil salah satu rekan pelaku.

Namun saat dipanggil, Jerikson menjawab dengan kata-kata kotor. Hal itu membuat pelaku merasa tersinggung dan emosi. Ketika korban Jerikson berada di depan pagar warung milik pelaku, Jerikson lalu dihampiri pelaku untuk menyakan langsung maksud korban berkata kotor di depan warungnya.

Saat ditanya, korban justru kembali menjawab dengan kata-kata kotor kepada pelaku. Hal itu menambah emosi pelaku dan mendorong dada korban dengan kedua tangannya. Ketegangan antara korban dan pelaku sempat dilerai warga yang berada di lokasi tersebut.

Namun beberapa waktu kemudian, pelaku yang masih kerabat korban kembali menemui korban yang masih berdiri di depan pagar warung miliknya. Pelaku sambil berpegangan dengan pagar langsung menendang wajah korban dengan menggunakan kaki kanan.

Alhasil, korban jatuh dan tersungkur ke jalan rabat beton. Melihat hal itu, istri korban yang menuju ke lokasi melihat peristiwa tersebut dan membawa korban ke rumah. Kondisi kepala korban mengeluarkan darah dan wajah korban mengalami memar.

Melihat kondisi itu, korban dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke Rumah Sakit Hadrianus Sinaga untuk mendapat perawatan secara intensif. Namun sayang, beberapa hari dirawat di rumah sakit, korban akhirnya meninggal dunia.

Kapolres Samosir AKBP M. Saleh melalui Kasat Reskrim AKP Jonser Banjarnahor ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan reka adegan kasus Penganiayaan itu. "Dalam rekonstruksi itu dilakukan reka adegan sebanyak 14 kali. Pelaksanaan reka adegan berjalan baik dan disaksikan warga," kata AKP Jonser.

Jonser menyebutkan, pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yaitu penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun. (GB-5)