Notification

×

Iklan

Iklan

Pasca Operasi, Ini Penampakan Terakhir Pasien Pulang Dari RS.Hadrianus Sinaga

14 Okt 2019 | 17:18 WIB Last Updated 2019-11-10T13:31:30Z
Sinta Sinaga (38) terpaksa dilarikan ke RS. AdamMalik Medan Setelah Gagal di Oeprasi di RSUD. Hadrianus Sinaga karena doketr bedah yang tidak Standby pasca mengalami kecelakaan sepeda motor pada Sabtu sore, (12/10/2019) di Pangururan
PANGURURAN,GEENBERITA.com- Seorang pasien bernama Sinta Sinaga (38) terpaksa harus dilarikan ke RSUD. Hadrianus Sinaga karena mengalami kecelakaan sepeda motor pada Sabtu sore, (12/10/2019) di Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Setiba di RSUD Sinaga, pasien langsung dibawa ke UGD dan ditangani dokter dan perawat yang berjaga. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter melakukan pembersihan pada luka korban yang menganga diwajah korban tapi tidak dapat melakukan hecting (penjahitan,red) karena dokter jaga mengatakan dokter bedah sedang tidak ditempat dan menganjurkan untuk dijahit tiga hari kemudian.

Akhirnya Suami korban bernama Bonjol Naibaho (51), penduduk warga Salaon Tonga, Kecamatan Ronggurnihuta Samosir pun pulang dengan kecewa. Malam itu juga suami korban langsung membawa korban ke RS. Adam Malik Medan dengan fasilitas dan biaya sendiri untuk mendapatkan perawatan maksimal.

"Karena pakai mobil sendiri dan bukan ambulance, kami berangkat jam 8 malam sampai jam 3 subuh. Kami langsung diterima di UGD Adam Malik dengan baik dan langsung ditangani 3 dokter.Kata dokter lukanya kena tulang pada wajah istri saya dan setelah mereka berembuk jam 4 subuh mereka lakukan operasi kecil diwajah istri saya oleh dokter bedah yang tetap standby," ujar Bonjol Naibaho.

Operasi plastik kecil disekitar wajah korban selesai jam 7.30 Wib pada Minggu,(13/10/2019). Setelah istirahat 7 jam, korban dan suaminya langsung pulang ke Samosir dan sampai Senin subuh di Kota Pangururan.

Menyikapi buruknya pelayanan RS. Hadrianus Sinaga, Bonjol Naibaho yang biasa disapa Pak Powel ini meminta Bupati Samosir Rapidin Simbolon segera mengganti Direktur RS. Hadrianus Sinaga untuk perbaikan pelayanan kepada pasien yang notabene adalah rakyatnya.

"Selama ini saya mengagumi kepemimpinan Pak Rapidin Simbolon, tapi bila begini managemen direkturnya akan menimbulkan kekecewaan rakyat kepada beliau karena kinerja anggotanya ini. Saya mohon dievaluasi dan bila perlu diganti aja," ujar Bonjol Naibaho.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Samosir yang membidangi kesehatan juga minta Bupati Samosir untuk dapat mengevaluasi kepemimpinan Direktur RS.Hadrianus Sinaga, Dr. Friska Situmorang untuk perbaikan pelayanan kedepannya.

"Tentunya kita menyayangkan runyamnya perlakukan yang dialami Bapak Naibaho itu. Karenya kita berharap Pak Bupati Samosir dapat segera melakukan evaluasi atas pelayanan direktur,kalau perlu dilakukan pergantian dan perombakan oleh Bupati supaya ada penyegaran pola managemen menuju pelayanan yang lebih baik kepada pasien," ujar Ketua Komisi I DPRD Samosir, Sarochel Tamba kepada greenberita.com pada Senin,(14/10/2019).

Rapidin Simbolon pun telah melakukan respons cepat dengan langsung turun ke rumah sakit kebanggang warga Samosir serta langsung melakukan beberapa upaya agar RS. Hadrianus Sinaga memiliki dokter bedah permanen dan tetap.

"Kita sudah melakukan upaya agar rumah sakit kita ini memiliki dokter spesialis bedah baik melalui kontrak kerjamaupun melalui management RSU yang bekerjasama dengan beberapa  universitas yang ada di Indonesia, bahkan melalui test penerimaan CPNS tapi sampai sekarang belum ada yang berminat," ujar Bupati Rapidin Simbolon.

Anehnya, walaupun pelayanan buruk sedang diterima pasien dirumah sakit yang dipimpinnya namun direktur RS.Hadrianus Friska Situmorang justru melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

"Bu Direktur (Dr. Friska) sedang dinas luar ke Jakarta," ujar Kadis Kominfo Rohani Bakara ketika dikonfirmasi greenberita.com melalui selulernya, Senin, (14/10/2019).

(gb-pardo)