Notification

×

Iklan

Iklan

Sulawesi Selatan Dilanda Banjir, 6 Orang Meninggal

23 Jan 2019 | 11:33 WIB Last Updated 2019-11-10T13:35:08Z
JAKARTA, GREENBERITA.com - Akibat luapan sungai Bantimurung akibat hujan deras mulai awal pekan ini telah membanjiri beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan. Empat kecamatan di Kabupaten Maros terendam. Sementara enam orang dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Gowa.

Seperti dikutip dari Antara Rabu (23/1), Komandan Regu Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros mengatakan sebagian besar permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai telah tergenang setinggi lutut dan dada orang dewasa.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Maros diketahui, sedikitnya lima kecamatan yang dilanda banjir akibat kondisi cuaca esktrem dua hari terakhir. Empat kecamatan itu adalah Kecamatan Bantimurung, Simbang, Cenrana, Maros Baru dan Kecamatan Lau. Bahkan, terdapat dua jembatan penghubung di kecamatan tersebut yang putus.


Sementara fasilitas layanan publik seperti Kantor Bupati, Kantor Dinas Pendapatan Daerah dan BPBD Maros yang berada di sekitar jalan poros Maros-Makassar turut tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

"Banyak motor dan mobil mogok, karena tergenang air sewaktu melintas di jalan poros ini," kata salah seorang warga Maros Daeng Gassing.

Banjir juga terjadi di Makassar. Banjir terjadi di sejumlah titik di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut. Salah satu warga Perumnas Antang Makassar, Muh Jihadul Arifin mengatakan air dengan cepat merendam kawasan perumahannya.

"Tidak sempat lagi kita menyelamatkan barang berharga karena air langsung tinggi. Kalau tanda-tandanya setinggi mata kaki kemudian meninggi, kita masih bisa menyelamatkan barang-barang berharga," Jihadul yang tengah mengungsi, Rabu.

Ia mengatakan banjir yang terjadi di perumahannya itu karena arus air yang deras dari wilayah Kabupaten Gowa setelah pintu air Bendungan Bili-Bili dibuka akibat luapan. Jihadul menyatakan perumahannya yang berada di Kecamatan Manggala, Makassar itu, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Gowa.

Apalagi, kata dia, sembilan kecamatan lainnya di dataran rendah di daerah itu juga mengalami banjir.

Dia mengatakan banjir di perumahannya sudah mencapai atap rumah, sedangkan untuk rumahnya sendiri air baru setinggi di atas 1,5 meter. Banjir di kawasan itu mulai terjadi pada Selasa (22/1), sekitar pukul 16.00 Wita. Ia mengatakan banjir di perumahannya baru terjadi hingga setinggi dada orang dewasa.

"Saat ini, saya dan warga lainnya mengungsi di masjid dan kami membutuhkan bantuan pakaian ganti, selimut, dan dapur umum," kata dia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Taufiek Rahman mengatakan pihaknya fokus untuk mengupayakan pengevakuasian warga terdampak banjir di lokasi berbatasan dengan Kabupaten Maros yang berdekatan dengan anak sungai di wilayah itu.

Berdasarkan data BPBD Kota Makassar memetakan ada empat kecamatan seperti Kecamatan Manggala, Tamalanrea, Biringkanaya dan Panakukang, yang dianggap rawan bencana genangan air akibat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak akhir tahun 2018 sampai awal 2019.

Kemarin, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Teuku Iskandar mengatakan, pihaknya menyiagakan sistem peringatan dini terhadap warga setempat menyikapi kondisi operasional bendungan Bili-Bili.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengoperasian bendungan Bili-bili apabila elevasi bendungan sudah mencapai elevasi +99.42, maka informasi peringatan dini pun disebar kepada masyarakat di bagian hilir bahwa pintu air pelimpah akan dibuka

Sementara itu, berita yang dilansir sebelumnya diketahui bahwa dari data BPBD Sulsel terdapat enam orang korban meninggal akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Gowa.
Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan melaporkan enam orang meninggal dunia saat bencana banjir dan tanah longsor akibat meluapnya air sungai Jeneberang di Bendungan Bili-Bili.

"Kita berduka cita atas adanya korban meninggal dalam musibah bencana alam ini. Kita terus berupaya melakukan evakuasi dan membantu warga yang terdampak banjir," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di Gowa, dilansir dari cnnindonesia.com.

(rel-marsht)