Pengerjaan Proyek Diduga Lalai, Seorang Guru Terpaksa Absen Mengajar

VIDEO

Pengerjaan Proyek Diduga Lalai, Seorang Guru Terpaksa Absen Mengajar

Green Berita
Selasa, 23 Oktober 2018

M. Sianturi yang mengalami kecelakaan di Jalan Siantarantar Desa Lumban Pinggol Pangururan

PANGURURAN, GREENBERITA.com -Seorang guru M. Sianturi (39) mengalami kecelakaan di jalan Siantar-antar, Desa Lumban pinggol, Kecamatan Pangururan Jumat (19/10). Kecelakaan yang dialaminya membuat dia absen mengajar. Bukan hanya itu, M. Sianturi juga mengalami luka di bagian kakinya.

Selain dia, seorang anak bernama Pudan (10) mengalami luka dibagian kepala dan kaki sehingga harus mendapat perawatan di rumahnya.

"Ibu itu seorang guru SD di Siantar-antar, pada saat itu dia dijemput suaminya setelah pulang sekolah, keadaan Ibu itu lebih parah keadaanya, hingga tak bisa berdiri", kata Limbong salah satu warga yang ketika itu melintas ditempat kejadian.

Ditemui di kediamannya di Desa Tanjung bunga, Pangururan, Sabtu, (20/10/2018) Ibu guru M. Sianturi  menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya.

"Sebenarnya pada saat kejadian itu sekitar jam dua siang, sepeda motor kami berjalan lambat, karena ada alat yang sedang mengerjakan jalan itu. Tiba-tiba anak itu muncul dari balik alat itu kearah speda motor kami dan terjadilah kecelakaan itu, untung operator alat itu menghentikan alatnya kalau tidak saya akan terlindas alat berat itu", tutur M. Boru Sianturi.

Menurutnya, saat itu tak ada seorang pun dari pihak pekerjaan itu yang mengawasi kendaraan yang melintas atau diberi tanda lalu lintas.

"Pada saat itu kalau tidak salah tak ada dibuat rambu dan tidak ada yang mengawasi kendaraan yang lewat", kata boru Sianturi.

Akibat kecelakaan itu, selain harus absen mengajar para murid yang membutuhkan kehadirannya, si Ibu guru terpaksa menanggung sendiri biaya perobatannya.

"Karena tidak punya uang untuk berobat, terpaksa suami saya harus mencari pinjaman untuk membayar perobatan anak itu, padahal saya sendiri juga mengalami luka yang cukup parah di kaki dan tangan saya, hingga saya tidak bisa mengajar seperti biasa", keluhnya sambil menunjukkan lukanya.

Ibu guru ini pun berharap ada perhatian penggantian perobatan dari pekerja proyek, karena kecelakaan itu diduga akibat lalainya pemimpin proyek tersebut tanpa adanya pengatur lalu lintas dan tanda tandanya. (Rd)
loading...