Notification

×

Iklan

Iklan

Berbiaya Rp41 Miliar, SMA Plus Berasrama Santo Mikael Segera Hadir di Samosir

3 Nov 2026 | 16:17 WIB Last Updated 2026-11-03T09:17:40Z

Kabupaten Samosir segera memiliki sekolah menengah unggulan berasrama. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir bersama Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar sepakat mempercepat pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan yang ditargetkan mulai tahun ini, dengan penerimaan peserta didik baru pada tahun ajaran 2027, Senin (2/11- fando/gb)
GREENBERITA.com- Kabupaten Samosir segera memiliki sekolah menengah unggulan berasrama. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir bersama Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar sepakat mempercepat pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan yang ditargetkan mulai tahun ini, dengan penerimaan peserta didik baru pada tahun ajaran 2027.


Kesepakatan tersebut mengemuka saat Bupati Samosir Vandiko T. Gultom melakukan kunjungan balasan ke Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Senin (2/11/2026).


Pembangunan sekolah ini diarahkan untuk mencetak generasi muda yang unggul dalam akademik, karakter, iman, kepemimpinan, disiplin, serta mampu menghadapi perkembangan teknologi dan budaya digital.


Sekolah tersebut mengusung motto “Educating compassionate future leaders for God, humanity, and the integrity of creation”, dengan memberikan prioritas kepada putra-putri Samosir, termasuk dari keluarga kurang mampu.


Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Pastor Fridolinus Simanjorang, menyambut baik kedatangan Bupati Vandiko. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi motivasi bagi yayasan untuk mempercepat program yang telah dibahas bersama pemerintah daerah.


“Suatu kehormatan bagi kami. Kami sangat bangga dan bersyukur, bapak menjadi Bupati pertama yang hadir di Yayasan Santo Yoseph. Ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kami untuk semakin mempercepat program yang sudah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Samosir,” ujar Pastor Fridolinus.


Ia menyebut pembangunan SMA Plus Santo Mikael juga mendapat dukungan penuh dari Uskup Agung Medan. Yayasan berkomitmen memulai tahapan pembangunan tahun ini dan membuka penerimaan siswa baru pada 2027.


Untuk tahap awal, pembelajaran akan memanfaatkan lokasi SMA Santo Mikael sembari pembangunan kompleks sekolah dan asrama berlangsung. Dalam dua tahun ke depan, seluruh aktivitas pendidikan ditargetkan sudah terpusat di kompleks SMA Plus.


“Kita harus bergerak cepat. Pada masa periode Pak Bupati, SMA unggul ini sudah harus terwujud dan diresmikan. Dengan sambutan dan dukungan Pak Bupati, kami yakin pembangunan SMA Plus ini akan berhasil. Yayasan Santo Yoseph siap berkolaborasi demi kemajuan dan mutu pendidikan di Samosir,” Ungkap Pastor Fridolinus .


Konsep pendidikan yang disiapkan juga mengintegrasikan kekayaan budaya Batak dalam pembentukan identitas siswa. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik akan diarahkan mendalami dan memperkenalkan budaya lokal hingga ke tingkat dunia. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan public speaking turut menjadi bagian pembinaan.


Pembangunan kompleks SMA Plus Berasrama Santo Mikael diproyeksikan membutuhkan investasi jangka panjang sekitar Rp41 miliar yang dilaksanakan dalam empat fase. Lokasinya berada di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, dekat Puskesmas Buhit, dengan luas lahan sekitar 3,2 hektare.


Kompleks tersebut dirancang dilengkapi gedung sekolah, asrama putra dan putri, aula, lapangan sepak bola, lapangan basket, kolam renang, taman siswa, green house, lahan pertanian, area parkir, gapura dan fasilitas pendukung lainnya.


Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan, kunjungannya merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan sekolah unggulan yang telah lama dicita-citakan.


“SMA unggulan ini sudah lama kami idam-idamkan dan cita-citakan. Kehadiran kami hari ini menunjukkan keseriusan untuk mengupayakan agar SMA Plus hadir di Samosir,” ujar Vandiko.


Ia menjelaskan, Pemkab Samosir sebelumnya telah berupaya mendorong kehadiran sekolah unggulan melalui pemerintah tingkat atas. Karena itu, kesediaan Yayasan Santo Yoseph membangun SMA Plus di Samosir menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah, di samping pembangunan SMK Unggulan di Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, berkat perhatian Gubernur Sumatera Utara.


“Kami siap bersinergi agar SMA Plus ini segera terbangun di Samosir. Kami sangat senang dan siap mendukung,” terang Vandiko.


Vandiko mengatakan, hasil pembahasan bersama yayasan akan menjadi salah satu bahan penyusunan anggaran tahun 2027. Pemkab akan mengupayakan dukungan sesuai kebutuhan dan kewenangannya, antara lain pembangunan dan pembukaan akses jalan, pematangan lahan menggunakan alat berat, fasilitasi perizinan termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta koordinasi jaringan listrik.


“Kami akan berusaha semaksimal mungkin mendukung pembangunan ini. Untuk urusan jalan, kami akan dukung. Alat berat juga akan kita siapkan, termasuk untuk pematangan lahan dan membantu mobilisasi kebutuhan pembangunan asrama. Perizinan juga akan kami dukung,” tegas Vandiko.


Kepala Dinas PU Kabupaten Samosir Rudimanto Limbong menjelaskan, sebagian akses menuju lokasi telah mulai ditangani. Pembukaan jalan akan terus didukung dengan lebar sekitar 6–7 meter untuk mempermudah mobilisasi pembangunan.


“Tahun depan sudah masuk dalam perencanaan pembukaan jalan menuju sekolah. Untuk tahun ini, kami akan membantu secara bertahap melalui sirtunisasi untuk mendukung mobilisasi pembangunan,” jelas Rudimanto.


Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kadis PU Rudimanto Limbong, Kaban Kesbangpol sekaligus Plt Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Dumosch Pandiangan, Kabid Perumahan Anggiat Pandiangan, Kabid IKP Diskominfo Togarma Naibaho, pengurus Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, kepala divisi, perwakilan yayasan dari sejumlah sekolah, serta Pastor Vikep Marianus Kedang.


Pembangunan SMA Plus Santo Mikael Pangururan diharapkan menjadi tonggak pengembangan pendidikan di Samosir, sekaligus menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, berakar pada budaya, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.**(Gb-fando01)