Notification

×

Iklan

Iklan

Polri Tangkap Penyelundupan Ketamin 1,16 Ton di Selat Malaka, Gubsu: Babat Jaringan Narkoba

23 Okt 2026 | 20:03 WIB Last Updated 2026-10-23T13:03:08Z

Gubsu Bobby Afif Nasution apresiasi pemberantasan jaringan narkotika oleh Polri usai pengungkapan dugaan penyelundupan ketamin seberat sekitar 1,16 ton di perairan Selat Malaka pada pers rilis diterminal Penumpang Bandar Deli, Belawan, Medan, Jumat (23/10- fando)
GREENBERITA.com- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendesak pemberantasan jaringan narkotika diperkuat setelah aparat gabungan mengungkap dugaan penyelundupan ketamin seberat sekitar 1,16 ton di perairan Selat Malaka. Pengungkapan ini diharapkan menjadi momentum mempersempit ruang gerak sindikat narkoba yang masuk melalui jalur perairan Sumut.


Apresiasi tersebut disampaikan Bobby dalam konferensi pers di Terminal Penumpang Bandar Deli, Jalan Pelabuhan Lama I, Belawan, Medan, Jumat (23/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.


Bobby mengungkapkan, Sumut menghadapi tantangan serius terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Ia berharap pengungkapan kasus dalam jumlah besar tersebut diikuti langkah berkelanjutan untuk memberantas jaringan penyelundupan.


“Izin, Bapak Kapolri, kami sampaikan bahwa Sumatera Utara berada di peringkat pertama dari 38 provinsi di Indonesia terkait peredaran narkoba. Kami berharap pengungkapan kasus ini menjadi langkah berkelanjutan untuk mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika, khususnya melalui jalur perairan yang berbatasan dengan negara lain,” ujar Bobby.


Ia juga menyoroti persoalan narkoba di kawasan Belawan yang membutuhkan perhatian bersama. Kehadiran Kapolri di wilayah tersebut diharapkan memperkuat sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah peredaran narkotika.


“Kehadiran Bapak Kapolri di Belawan ini sangat tepat dan memberikan semangat kepada kami untuk terus berupaya mewujudkan Sumatera Utara yang bebas narkoba,” ungkapnya.


Menurut Bobby, pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk melindungi generasi muda, menjaga keamanan, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.


Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan kolaborasi lintas instansi menjadi kunci menghadapi kejahatan transnasional, terutama penyelundupan narkotika melalui jalur laut.


Pengungkapan ketamin seberat sekitar 1,16 ton tersebut merupakan hasil operasi gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta unsur TNI. Operasi dilakukan melalui analisis intelijen dan pemantauan pergerakan kapal yang dicurigai beraktivitas tidak lazim di perairan Selat Malaka.


“Tidak ada satu institusi yang bisa bekerja sendiri. Kita harus terus bersatu padu untuk mengungkap kejahatan para pelaku yang ingin memasukkan barang-barang terlarang ke Indonesia,” tegas Kapolri.


Suyudi juga menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut. Ia meminta kondisi tersebut ditindaklanjuti melalui penguatan pencegahan, penindakan terhadap jaringan pengedar, dan peningkatan kesadaran masyarakat.


Kapolri turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam pencegahan narkoba, termasuk kebijakan Gubernur yang melarang penggunaan vape di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mencegah potensi penyalahgunaan zat berbahaya.


Ia juga mengingatkan adanya dugaan penyalahgunaan perangkat vape sebagai media konsumsi zat narkotika berbentuk cair. Karena itu, pengawasan dan edukasi masyarakat perlu diperkuat.


Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kesinambungan analisis intelijen antaraparat penegak hukum untuk membongkar jaringan penyelundupan narkotika internasional di perairan Indonesia, khususnya Selat Malaka.


“Keberhasilan ini merupakan suatu apresiasi dan kebanggaan bagi seluruh aparat keamanan gabungan. Kolaborasi yang dilakukan telah membuahkan hasil yang maksimal. Kita tidak bisa bekerja sendiri, karena melalui kolaborasi kita dapat mencapai hasil yang lebih optimal,” ujarnya.


Djaka menegaskan, Bea Cukai akan terus mendukung pemberantasan narkotika melalui pengawasan jalur lintas batas, baik di perairan maupun perbatasan darat, untuk mencegah masuknya barang terlarang ke Indonesia.


Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan deklarasi “Tolak Narkoba” yang diikuti berbagai elemen masyarakat Sumut. Penandatanganan komitmen bersama turut dilakukan sebagai bentuk keseriusan menolak dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di seluruh wilayah Sumut.


Acara itu dihadiri para bupati dan wali kota se-Sumut, jajaran Polda Sumut, tokoh agama, serta perwakilan lembaga antinarkoba di Sumut.**(Gb-fando01)