Penegasan itu disampaikan Rina saat memberikan penghargaan kepada 20 personel dalam apel jam pimpinan di Lapangan Mako Polres Samosir, Selasa (20/10/2026) pagi.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari penerapan reward and punishment di lingkungan Polres Samosir. Sebelumnya, Kapolres telah memberikan sanksi tegas kepada anggota yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap saksi asal Dairi yang sedang diselidiki.
Penyerahan penghargaan yang dimulai sekitar pukul 08.10 WIB itu diikuti Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, perwira, personel Polres Samosir dan Polsek jajaran, aparatur sipil negara (ASN), serta pegawai harian lepas (PHL).
Sebanyak 20 personel menerima penghargaan atas prestasi, dedikasi, loyalitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas. Capaian tersebut meliputi keberhasilan pengungkapan tindak pidana, kinerja identifikasi, penyelesaian laporan polisi, kepatuhan terhadap perintah pimpinan, kesiapsiagaan operasional, pelaksanaan patroli dan pengamanan, serta ketepatan penyampaian laporan.
Penghargaan juga diberikan atas prestasi dalam pengelolaan administrasi dan keuangan satuan kerja selama periode 2026.
Rina mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan meminta mereka mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang telah dicapai.
“Saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang telah menerima penghargaan atas prestasi dan kinerja yang telah dicapai. Saya berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan karena mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya,” ujar Kapolres.
Namun, ia menegaskan bahwa prestasi kerja harus diimbangi kepatuhan terhadap aturan, etika profesi, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.
“Saya tekankan kepada seluruh rekan-rekan agar tidak bertindak arogan, melakukan kekerasan, atau menyakiti hati masyarakat. Ingat, ketika rekan-rekan melakukan pelanggaran, yang tercoreng bukan hanya nama pribadi, tetapi juga nama baik institusi Polri,” tegasnya.
Kapolres meminta seluruh personel mengambil pelajaran dari setiap kejadian untuk dijadikan bahan evaluasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia juga mengingatkan anggota agar menjaga kedisiplinan dan menghindari perilaku yang dapat menimbulkan persoalan pribadi maupun kedinasan.
Secara khusus, Rina melarang personel mengonsumsi minuman keras dan menegaskan tidak ada ampun bagi anggota yang menyalahgunakan narkoba.
Menurutnya, setiap anggota Polri harus mampu mengendalikan diri, menjaga kehormatan profesi, serta mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan.
“Jangan merasa hebat, keberhasilan harus ditunjukkan melalui penyelesaian perkara dan pemberian kepastian hukum kepada masyarakat. Saya minta rekan-rekan untuk berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak karena setiap perbuatan memiliki konsekuensi dan harus dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kinerja kepolisian harus berorientasi pada hasil nyata, terutama dalam penanganan perkara dan pemberian kepastian hukum kepada masyarakat. Seluruh personel juga diminta mendukung kebijakan pimpinan, menjalankan tugas secara bertanggung jawab, serta mengedepankan pelayanan profesional dan humanis.
“Saya berharap seluruh personel dapat mendukung kebijakan dan arahan pimpinan, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik institusi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya menyampaikan semua ini karena saya peduli dan menyayangi rekan-rekan sekalian. Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga institusi Polri,” tuturnya.
Pemberian penghargaan kepada 20 personel tersebut menjadi bentuk apresiasi institusi atas capaian kinerja anggota. Pada saat yang sama, peringatan Kapolres menegaskan bahwa prestasi harus berjalan beriringan dengan disiplin, integritas, tanggung jawab, dan sikap menghormati masyarakat.**(Gb-fando01)













