Aksi simpatik tersebut dilakukan di pintu keluar sekolah dengan membagikan masker kepada para siswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memberikan makan siang gratis sekaligus masker kepada para abang becak yang melintas.
Kabut asap kiriman dari Sumatera Selatan (Sumsel), Riau, Lampung, dan Bangka Belitung (Babel) tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan saluran pernapasan, terutama anak-anak sekolah dan masyarakat umum.
Ketua IWO Samosir Fernando Sitanggang bersama Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendi Naibaho, didampingi Ranto Limbong, Parlindungan Simarmata, dan Petrus Tampubolon, membenarkan pelaksanaan aksi sosial tersebut.
"Selain berbagi masker kepada anak sekolah dan masyarakat umum akibat kabut asap ini, kami juga berbagi makanan gratis dan masker kepada para Abang becak," tegas Fernando Sitanggang.
Dirinya berharap kepedulian para jurnalis tersebut dapat menjadi pemantik bagi berbagai pihak, khususnya pemangku kebijakan, untuk melakukan aksi serupa dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.
Sementara itu Ketua Yayasan Pusuk Buhit Effendy Naibaho, komunitas wartawan turun langsung ke sejumlah sekolah dasar dan menengah untuk membagikan sebanyak 50 kotak masker kepada para murid sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan pelajar.
"Kami prihatin melihat anak-anak tetap harus berangkat sekolah di tengah asap tebal. Pembagian masker ini bentuk kepedulian kami agar mereka tetap terlindungi," ujar Effendy Naibaho.
Memburuknya indeks kualitas udara, terbatasnya jarak pandang, serta keluhan batuk-batuk yang dialami warga menjadi perhatian para jurnalis. Pembagian masker diharapkan membantu melindungi para pelajar agar tetap dapat beraktivitas di sekolah.
"Anak-anak adalah kelompok paling rentan terdampak ISPA akibat asap. 50 kotak masker ini kami kumpulkan dari swadaya rekan-rekan wartawan agar mereka tetap aman saat belajar," ujar Efendy Naibaho.
Aksi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Junior Harianja, salah seorang orangtua murid, menyampaikan terima kasih atas kepedulian para jurnalis yang memberikan masker kepada anak-anak di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.
"Terima kasih kepada rekan-rekan wartawan. Anak-anak kami jadi lebih terlindungi. Semoga asap cepat berlalu," kata Junior Harianja orangtua murid.
Apresiasi serupa disampaikan seorang abang becak bermarga Malau yang menerima makan siang gratis dan masker. Ia mengaku bantuan tersebut bukan kali pertama diterima dari kalangan jurnalis.
"Ini sudah beberapa kali kami terima dari Jurnalis, kami sangat mengapresiasi kepedulian wartawan kepada kami Abang becak tambah lagi maskernya," ungkap seorang Abang becak bermarga Malau.**(Gb-fando01)










