Notification

×

Iklan

Iklan

Apresiasi IMT-GT ke-32 di Medan, RE Nainggolan Sebut Bobby Berhasil Pulihkan Marwah Sumut

9 Sep 2026 | 23:55 WIB Last Updated 2026-09-09T16:55:05Z

Tokoh Masyarakat dan Sesepuh Birokrat Sumatera Utara Dr RE Nainggolan (9/9- ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Kota Medan dinilai menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali diplomasi ekonomi strategis Sumatera Utara (Sumut) di tingkat regional.


Apresiasi terhadap gelaran event sub-regional terbesar tersebut disampaikan tokoh masyarakat sekaligus sesepuh birokrat Sumut RE Nainggolan. 


Ia secara khusus mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution yang dinilai menjadi faktor sentral kembalinya forum internasional tersebut ke Sumatera Utara.


"Kita patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Bobby Nasution. Peran sentral, dedikasi, dan visi internasional beliau telah berhasil meyakinkan negara-negara tetangga sehingga event besar ini bisa terwujud dengan sukses di Medan," ujar RE Nainggolan saat memberikan keterangan di Medan, Rabu (9/9/2026).


Menurut RE Nainggolan, kehadiran IMT-GT ke-32 di Medan sekaligus menandai bangkitnya kembali ruang kolaborasi regional yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai sempat meredup di Sumut.


"Jujur harus kita akui, event ini sudah sekian lama seperti hilang dari 'peredaran' di daerah kita. Padahal, Sumut memiliki posisi geopolitik dan geoekonomi yang luar biasa strategis dalam segitiga pertumbuhan ini. Di tangan dingin Pak Bobby, marwah kerja sama regional ini berhasil dihidupkan kembali, atau dalam istilah sekarang kembali menyala," tambah RE Nainggolan, yang juga pernah mengemban amanah sebagai Bupati Tapanuli Utara dan Kepala Bappeda Sumut.


Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) periode 2008–2010 itu menilai keberhasilan membawa agenda internasional tersebut ke Sumut bukan sebuah kebetulan. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari konsistensi kerja keras, gerak cepat, serta totalitas Bobby Nasution sejak dipercaya memimpin Sumatera Utara.


"Sebagai orang yang lama di birokrasi, saya melihat ada ritme kerja yang dinamis, taktis, dan responsif. Gerak cepat sejak hari pertama menjabat telah membawa banyak perubahan fundamental. Komunikasi lintas sektor dan kemampuan eksekusi yang kuat di lapangan adalah kunci mengapa Sumut kini kembali diperhitungkan di kancah regional," jelasnya.


RE Nainggolan juga menyoroti kemampuan Bobby Nasution dalam membangun kerja sama dan kolaborasi antardaerah. Menurutnya, hal tersebut memiliki makna khusus karena sejalan dengan disertasi program doktoral Bobby Nasution di Universitas Sumatera Utara (USU) yang mengangkat tema kerja sama antardaerah.


“Dalam berbagai kesempatan selalu saya sampaikan, tak ada keberhasilan pembangunan tanpa kerjasama antardaerah karena banyak persoalan memang hanya bisa diatasi dengan kerjasama dan koordinasi yang baik. Atau dalam jargon Pak Gubsu, kolaborasi,” ujarnya.


Ia menilai keselarasan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun kerja sama antardaerah. Untuk menggambarkan pentingnya hal tersebut, RE Nainggolan menggunakan perumpamaan dalam seni tari atau manortor.


“Apalagi dalam pembangunan dan upaya meningkatkan pelayanan publik,” katanya.


RE Nainggolan berharap berbagai kesepakatan ekonomi yang dihasilkan melalui IMT-GT ke-32, termasuk sinergi bersama 10 gubernur se-Sumatera, tidak berhenti sebatas forum dan seremoni.

Ia mendorong seluruh kesepakatan tersebut segera diimplementasikan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Implementasi kerja sama itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Sumatera Utara..**(Gb-ferndt01 9