Notification

×

Iklan

Iklan

Samosir Dilirik Pemerintah Inggris Berkat Proyek Pompa Air Tenaga Surya

16 Jul 2026 | 17:36 WIB Last Updated 2026-07-16T10:36:12Z

Tim Pemerintah Inggris Tinjau Pompa Air Tenaga Surya di Samosir, Petani Kini Optimistis Panen Dua Kali Setahun (15/7- dokdiskominfoKS/gb)
GREENBERITA.com- Implementasi Program Low Carbon Development Initiative Phase 2 (LCDI-2) di Kabupaten Samosir mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Inggris. 


Tim United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO) turun ke Desa Sibonor Ompuratus, Kecamatan Nainggolan, untuk memantau pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjadi model pembangunan rendah karbon di kawasan Danau Toba.

Kunjungan UK FVDO berlangsung pada Rabu (15/7/2026).


Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung implementasi pembangunan PATS. Selain melihat kondisi lapangan, tim UK FCDO juga berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, para pemangku kepentingan, serta masyarakat untuk memperoleh masukan terkait pelaksanaan program sekaligus memastikan dukungan teknis maupun kelembagaan berjalan sesuai rencana.


Program LCDI-2 merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian melalui pemanfaatan energi terbarukan. Kehadiran PATS di Desa Sibonor Ompuratus diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi, mendukung produktivitas pertanian, serta menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan di kawasan Danau Toba.


Kepala Desa Sibonor Ompuratus, Binsar Marbun, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Inggris melalui UK FCDO, dan Pemerintah Kabupaten Samosir atas terwujudnya pembangunan PATS di desanya.


"Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Berkat dukungan Kementerian Bappenas, Kedutaan Besar Inggris, dan Pemkab Samosir, pembangunan PATS dapat terlaksana dengan baik. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat diharapkan dapat menanam padi minimal dua kali dalam setahun meskipun pada musim kemarau," ujar Binsar.


Ia juga menjelaskan bahwa pada 21 Juli 2026 masyarakat akan membentuk kelembagaan pengelola PATS yang melibatkan petani. Melalui kelembagaan tersebut akan diterapkan iuran swadaya guna mendukung operasional, pemeliharaan, dan keberlanjutan pemanfaatan PATS.

Sementara itu, Head of Climate Policy and Finance UK FCDO, Judith A'Bear, mengaku senang melihat langsung hasil pembangunan yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


"Kami datang untuk melihat dampak Program LCDI-2 terhadap upaya menghadapi perubahan iklim sekaligus mendukung stabilitas ekonomi di tingkat nasional maupun daerah. Kami melakukan kajian tahunan untuk mengetahui apa yang telah berjalan dengan baik dan apa yang masih dapat ditingkatkan. Kami sangat senang melihat manfaat pompa air tenaga surya ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Judith.


Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengatakan keberadaan PATS telah membawa perubahan besar bagi para petani.


"Sebelumnya kami selalu mengalami kesulitan air, terutama saat musim kemarau pada bulan Juni hingga Agustus. Sekarang kebutuhan air untuk pertanian maupun kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi. Kami optimistis dapat menanam padi dua kali dalam setahun dan siap bersama-sama merawat PATS agar tetap berfungsi dengan baik," ujarnya.


Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata, menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga keberlanjutan program tersebut. 


"Samosir merupakan salah satu lokus pembangunan nasional yang diarahkan pada pembangunan rendah karbon. Program ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ke depan, pemerintah daerah akan terus memperluas akses layanan air, memperbaiki saluran irigasi, serta melakukan pendampingan teknis bersama perangkat daerah terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian agar pengelolaan PATS berjalan secara berkelanjutan," jelas Rajoki.


Usai meninjau pembangunan PATS di Desa Sibonor Ompuratus, tim UK FCDO, OPML, dan Bapperida Provinsi Sumatera Utara melanjutkan kegiatan dengan audiensi bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk di Rumah Dinas Wakil Bupati Samosir.


Dalam audiensi tersebut, Ariston yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Edison Pasaribu dan Camat Pangururan Robintang Naibaho menyampaikan apresiasi atas dukungan pembangunan PATS.


"Mewakili Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Pompa air tenaga surya ini sangat dibutuhkan karena mayoritas masyarakat Samosir bergantung pada sektor pertanian," ujar Ariston.


Menurutnya, keberadaan PATS telah memberikan dampak nyata bagi petani. Lahan pertanian yang sebelumnya hanya mengandalkan air hujan kini memiliki ketersediaan air yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.


Perwakilan LCDI Phase 2 OPML, Arnold Sitompul, turut mengapresiasi sinergi antara masyarakat, Pemerintah Kabupaten Samosir, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kedutaan Besar Inggris.


"Saya sangat senang melihat kerja sama yang terjalin dengan baik."


"Kami berterima kasih atas partisipasi Pemerintah Kabupaten Samosir yang telah memberikan kontribusi besar, mulai dari penyediaan lahan, dukungan operasional hingga berbagai bentuk fasilitasi lainnya. Ke depan, pekerjaan kita adalah memastikan kawasan hutan di Kabupaten Samosir dapat dikembalikan fungsinya agar keberlanjutan sumber air tetap terjaga dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," ungkap Arnold.


Fungsional Perencana Bapperida Provinsi Sumatera Utara, Andre, mengatakan apabila tidak ada kendala, pembangunan PATS akan dilanjutkan di Desa Pakpahan. Ia juga menekankan pentingnya kelembagaan yang kuat agar pengelolaan fasilitas tersebut berjalan berkelanjutan.


"Kami berharap pembangunan berikutnya dapat berjalan lancar seperti di Desa Sibonor Ompuratus. Perlu dibentuk kelembagaan yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat agar fasilitas ini dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan," katanya.


Turut hadir Tim UK FCDO Ida Suriany selaku Senior Policy & Program Manager serta Tim Oxford Policy Management Agus Marwan sebagai Senior Provincial Coordinator OPML.**(Gb-ferndt01)