Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Mafia Pertalite Beraksi Terang-terangan di SPBU Bandar Khalipah, Kades Ancam Surati Pertamina

12 Jul 2026 | 12:40 WIB Last Updated 2026-07-12T05:40:31Z

Becak Rakitan Diduga Sedot Pertalite Bersubsidi, Aktivitas di SPBU Bandar Khalipah Tuai Sorotan (11/6- Amri/gb)
GREENBERITA.com- Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kembali mencuat di Kabupaten Deli Serdang. Sejumlah kendaraan becak barang rakitan diduga melakukan pengisian berulang di SPBU Jalan M. Yakub Lubis, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan. 


Pemerintah Desa mengaku telah menerima banyak laporan warga dan akan menyurati Pertamina apabila ditemukan pelanggaran aturan.


Berdasarkan keterangan warga di lokasi, lebih dari tujuh unit becak barang rakitan bermesin Suzuki Thunder terlihat melakukan pengisian BBM dengan pola yang dinilai tidak lazim. Para pengendara disebut sengaja masuk ke jalur pengisian kendaraan roda empat dan diduga melakukan pengisian secara berulang di dispenser yang sama.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut aktivitas tersebut diduga bukan untuk kebutuhan konsumsi pribadi.


"Sangat jelas, mereka bolak-balik masuk jalur roda empat. Menggunakan tangki rakitan dan motor Thunder yang dimodifikasi, jelas ini bukan untuk konsumsi pribadi. Ini aksi penimbunan yang telanjang di depan mata!" ketus salah satu warga, di lokasi dengan nada geram, meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.


Warga juga mengaku sempat mendapat intimidasi saat mencoba mendokumentasikan aktivitas tersebut.


"Kami orang asli sini. Ini cari makan kami jangan kalian usil, coba berani kalian viralkan selesai kalian kami buat," ujar pria berperawakan tinggi tegas kepada warga.


Peristiwa tersebut memunculkan dugaan adanya pembiaran dalam proses penyaluran BBM bersubsidi, mengingat pengisian dilakukan menggunakan kendaraan yang diduga telah dimodifikasi.


Menanggapi laporan masyarakat, Kepala Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, Suparyo mengaku telah menerima banyak pengaduan terkait dugaan aktivitas tersebut.


"Sudah banyak laporan warga, saya juga sudah mencoba konfirmasi ke pihak SPBU, cuma hingga saat ini belum tersambung ke pemiliknya. Masih sama karyawannya saja," kata Suparyo.


Ia mengatakan pemerintah desa akan meminta penjelasan mengenai aturan yang berlaku terkait mekanisme pembelian BBM bersubsidi oleh pedagang eceran.


"Apakah memang ada aturan yg membolehkan pedagang eceran membeli dengan cara seperti itu, atau tidak. Jika tidak maka kita akan menyurati Pertamina untuk menindak," tegasnya.**(Gb-amri)