Notification

×

Iklan

Iklan

Pungli Sidebuk-Debuk Disikat, Satpol PP Sumut Turunkan Pasukan Gabungan 24 Jam

28 Jun 2026 | 15:36 WIB Last Updated 2026-06-28T08:38:49Z

Pemprov Sumut Tindak Tegas Pungli Sidebuk-Debuk, Puluhan Petugas Disiagakan 24 Jam (26/6- dokdiskominfoSU/gb)
GREENBERITA.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bergerak cepat memutus praktik pungutan liar (Pungli) yang meresahkan wisatawan di kawasan pemandian air panas Sidebuk-Debuk, Kabupaten Karo. Puluhan personel gabungan langsung ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengawal akses masuk kawasan wisata tersebut selama 24 jam.


Langkah penertiban itu dilakukan atas arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution, dengan melibatkan personel gabungan Satpol PP Sumut dan Satpol PP Kabupaten Karo. Pengamanan mulai berjalan sejak Jumat malam (26/6/2026).


Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sumut Dr Moettaqien Hasrimi SSTP.M SI mengatakan, pengamanan tersebut5 merupakan bentuk komitmen Pemprov Sumut dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.


"Arahan Pak Gubernur untuk kami Satpol PP Sumut menjaga area jalan menuju wilayah pemandian air panas, kami kerahkan tim gabungan skala besar," kata Moettaqien kepada wartawan di Medan, Sabtu (27/6/2026).


Sebanyak 45 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut, terdiri atas 25 personel Satpol PP Provinsi Sumut dan 20 personel Satpol PP Kabupaten Karo. Mereka ditempatkan di tiga pos strategis untuk mengamankan jalur menuju kawasan wisata sekaligus menghentikan aksi pungli yang selama ini kerap menyasar wisatawan, terutama pada malam hari.


Praktik pungutan liar di jalur menuju pemandian air panas Sidebuk-Debuk diketahui telah lama dikeluhkan masyarakat dan wisatawan lantaran mengganggu kenyamanan serta berdampak terhadap citra pariwisata Sumut.


Dalam pelaksanaan awal pengamanan, petugas sempat menghadapi situasi tegang. Sejumlah oknum masih mencoba melakukan pungutan liar di pinggir jalan. Bahkan, mereka diduga melakukan aksi premanisme dengan mengintimidasi pengunjung, mengancam menggunakan senjata tajam, hingga melempari kendaraan wisatawan yang melintas.


Namun, personel Satpol PP Sumut langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan aktivitas tersebut dan memberikan peringatan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


"Kegiatan pungutan liar berhasil dihentikan saat itu juga, kami juga memastikan kembali bahwa kegiatan pungli tidak lagi ada, dan hasilnya sudah tidak ada," ujar Moettaqien.


Saat ini, personel gabungan masih bersiaga di pos pengamanan menuju kawasan Sidebuk-Debuk. Pengawasan dilakukan untuk memastikan arahan Gubernur Bobby Nasution berjalan, yakni kawasan wisata tersebut bebas dari praktik pungli yang merugikan pengunjung.


"Dengan tidak adanya pungli, kelas pariwisata Sumut pun akan berdampak banyak bagi masyarakat," kata Moettaqien.**(Gb-ferndt01)