Notification

×

Iklan

Iklan

Lubang dan Jalan Rusak di Aek Nabara Berakhir, Pemprov Sumut Bangun 10 Km Ruas Vital Labuhanbatu

27 Jun 2026 | 11:03 WIB Last Updated 2026-06-27T04:03:05Z

Proses perbaikan Jalan Provinsi pada ruas Aek Nabara - Negeri Lama dan Negeri Lama - Tanjung Elang, Kabupaten Labuhanbatu, total panjang penanganan ruas Jalan Provinsi ini sebanyak 10 Km dengan target pengerjaan selesai di akhir tahun 2026 (26/6- dokdiskominfoSU/gb)
GREENBERITA.com- Penantian panjang masyarakat Kabupaten Labuhanbatu terhadap perbaikan jalan yang telah puluhan tahun rusak mulai berakhir. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mulai mengerjakan perbaikan ruas jalan Aek Nabara–Negeri Lama dan Negeri Lama–Tanjung Elang sejak Jumat (26/6/2026).


Perbaikan dua ruas jalan tersebut mencakup total panjang penanganan mencapai 10 kilometer. Sejumlah titik di kedua ruas jalan itu sebelumnya mengalami kerusakan berat karena tidak pernah mendapatkan perbaikan.


Langkah tersebut merupakan komitmen Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution untuk terus menunjukkan komitmennya merealisasikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI).


Kepala Seksi Jalan dan Jembatan UPTD Rantauprapat Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut Syahrizal mengatakan, pengerjaan jalan tersebut dibagi menjadi dua paket pekerjaan.


Paket pertama mencakup ruas Aek Nabara–Negeri Lama sepanjang 3 kilometer yang terbagi menjadi lima segmen, sedangkan paket kedua meliputi ruas Negeri Lama–Tanjung Elang sepanjang 7 kilometer yang terbagi dalam tiga segmen.


“Paket pertama Aek Nabara-Negeri Lama sepanjang 3 Km terbagi 5 segmen dan paket kedua Negeri Lama-Tanjung Elang 7 Km terbagi dalam 3 segmen, ditargetkan pengerjaan ruas ini selesai di akhir tahun,” kata Syahrizal.


Selain melakukan perbaikan, Pemprov Sumut juga meningkatkan kualitas konstruksi jalan dengan memperlebar badan jalan dari sebelumnya 5 meter menjadi 6 meter. Pembangunan bahu jalan menggunakan rigid beton juga dilakukan pada sisi kiri dan kanan masing-masing selebar 70 sentimeter.


“Badan jalan existing 5 meter dan kita tambah menjadi 6 meter, kemudian bahu jalan rigid beton masing-masing 70 cm agar jalan yang ditangani bisa lebih kokoh,” tambah Syahrizal.


Dalam proses pengerjaan, Syahrizal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan atas gangguan yang mungkin terjadi. Ia juga mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas.


“Kami dari Provinsi Sumatera Utara mohon maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan mungkin banyak abu yang berterbangan selama pengerjaan, dan kami mengimbau agar pengguna jalan lebih hati-hati saat melintas,” katanya.


Perbaikan jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Muslim Manik, warga yang setiap hari melintasi ruas jalan itu, berharap seluruh jalur dari Tanjung Elang hingga Aek Nabara dapat diperbaiki secara menyeluruh.


“Harapan kami tentu tidak ada lagi jalan yang rusak karena jalan ini sangat penting, tidak ada lagi cerita orang sakit meninggal dunia di jalan karena tak bisa cepat sampai rumah sakit, hasil pertanian kami pun tak turun harganya karena terlalu lama di jalan, kalau ini sudah mulus semua udah pasti besar kali dampaknya ke ekonomi masyarakat,” kata Muslim.


Hal serupa disampaikan Salomo Sihite, warga Aek Nabara yang bekerja sebagai mekanik sepeda motor. Ia mengaku kerap melihat kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.


“Banyak bang, gara-gara ngelakin lubang kecelakaan, gara-gara jalan rusak truk terbalik, tumpah lah itu isi muatannya semua, makanya kami beryukur kali Pak Gubernur mau memperbaiki jalan kami ini.**(Gb-ferndt01)