Notification

×

Iklan

Iklan

Iklan Banjiri Show Aek Manortor, Ratusan Pengunjung WFC Pangururan Kecewa dan Dirugikan

7 Apr 2026 | 12:19 WIB Last Updated 2026-04-07T05:19:30Z


Puluhan Iklan dan Hujan Rusak Show Aek Manortor, Wisatawan Kecewa Berat di WFC Pangururan (4/4- Ferndt/gb)

GREENBERITA.com–Pergelaran Aek Manortor atau Air Mancur Menari di Water Front City (WFC) Pangururan, Kabupaten Samosir, menuai kekecewaan dari penonton yang datang dari berbagai penjuru Indonesia yang telah membayar tiket masuk. 


Kekecewaan memuncak saat pertunjukan kedua pada Sabtu malam, 4 April 2026, baru berlangsung sekitar lima menit namun langsung terhenti untuk pemutaran puluhan iklan ucapan dari organisasi, rombongan maupun pribadi.


Iklan yang diputar di tengah pertunjukan utama dinilai sangat mengganggu dan membosankan wisatawan karena disajikan secara beruntun dalam jumlah banyak, sehingga merusak suasana pertunjukan.


"Apaan ini operator nya, kenapa iklan puluhan seperti ini diputar ditengah pertunjukan, sangat menggangu pertunjukan ini, kami kesini bukan untuk menonton iklan, sangat membosankan," ujar Taufik, seorang warga dari Medan.


Situasi semakin berantakan ketika di tengah pemutaran iklan mulai turun hujan. Para pengunjung, khususnya ibu-ibu yang membawa anak, terlihat bergegas meninggalkan area pertunjukan terbuka menuju tempat yang lebih teduh untuk menghindari hujan.


"Parah kali manajemen operator Air Menari ini, kan dari tadi sudah mulai hujan rintik-rintik, kenapa tidak dipercepat sedikit show kedua ini, baru mulai menonton langsung disuguhi puluhan iklan, turun pula hujan ini, batallah semua," ungkap Mama Gendis kepada Greenberita di restoran depan Air Menari sambil memangku anaknya yang kehujanan.


Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, mengakui adanya pemutaran puluhan iklan di tengah pertunjukan. Menurutnya, awalnya iklan biasa ditayangkan di awal dan akhir, namun permintaan pengiklan membuat posisi tayang dipindahkan ke bagian depan sehingga tidak mengganggu klimaks pertunjukan.


"Ya, awal nya dulu memang kita putar iklan nya di awal dan akhir tapi pengiklan minta diputar didepan tapi jadi anti klimaks show tersebut, tapi dengan kejadian itu kedepannya kita akan mengurangi iklan walaupun juga akan mengecewakan pengiklan yang biasanya di request rombongan yang datang, memang sangat dilematis antara pemasukan dan kualitas tayangan," ujar Tetty Naibaho kepada Greenberita pada Senin, 06 April 2026.


Selain gangguan puluhan iklan, kualitas visual pertunjukan juga terganggu akibat angin kencang yang membuat proyeksi cahaya di air mancur menjadi kabur dan susunan kata sulit terbaca.


"Memang cuaca angin kencang malam itu jadi agak blur tayangan nya, tapi dari awal sudah kita bilang kepada pengiklan terkait efek angin akan merusak tayangan nya dan mereka bisa memahami nya," pungkas Tetty Naibaho.


Di tengah posisinya sebagai salah satu magnet wisata unggulan Kabupaten Samosir, show Air Menari di WFC Pangururan diharapkan tetap menjaga kualitas agar tidak menurunkan minat kunjungan wisatawan ke daerah itu.


"Jangan jumawa dengan fasilitas yang ada saat ini, kami minta Dinas Pariwisata Samosir khususnya operator Air Menari tetap menjaga kualitas setiap show agar wisatawan tidak kecewa dan mengurangi jumlah wisatawan kedepannya," ujar Anggota DPRD Samosir 2009-2014, Tumpak Situmorang kepada Greenberita, Selasa (7/4/2026).***(Gb-ferndt01)