![]() |
| Kasat Lantas Polres Samosir AKP Natanail Surbakti SH MH |
GREENBERITA.com–Lonjakan wisatawan selama libur Lebaran Idul Fitri 2026 membuat sejumlah objek wisata di Kabupaten Samosir dipadati pengunjung hingga memicu kemacetan panjang di berbagai titik, khususnya di Kota Pangururan.
Menurut data sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, ada sekitar 120.000 wisatawan ketempat wisata yang dikelola oleh pemerintah kabupaten dengan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sementara yang berhasil diterima sebesar Rp 1, 9 Miliar.
Bila diasumsikan ada 60.000 wisatawan memakai kendaraan roda empat yang di bagi 6 penumpang perkendaraan, maka ada sekitar 5.000 kendaraan roda empat dan sekitar 5.000 kendaraan roda dua tetiba memadati beberapa objek wisata Samosir.
Padatnya kendaraan yang memenuhi objek wisata di Kabupaten Samosir khususnya di Kota Pangururan ini dibenarkan oleh Kapolres Samosir melalui Kasat Lantas Polres Samosir AKP Natanail Surbakti.
"Benar, mulai tanggal 20 Maret sampai Kamis 26 Maret 2026, terjadi pelonjakan dan peningkatan dari biasanya," ujar AKP Natanail Surbakti.
Ribuan kendaraan roda dua dan empat ini masuk melalui jalan darat tele serta angkutan KMP Ferry di pelabuhan Simanindo, Ambarita, Tomok dan Sipinggan.
"Kepadatan kendaraan di Kota Pangururan bahkan dari mulai siang hari dan malam hari disamping objek wisata Sibeabea, Tele dan lainnya," jelasnya.
Dirinya mengungkapkan kendala yang terjadi yaitu jalan yang belum memadai untuk menampung melonjak nya ribuan kendaraan memenuhi jalanan Samosir yang dibeberapa titik terjadi penyempitan ruas jalan.
"Apalagi bila ada kendaraan kendaraan yang menyalip antrian panjang sehingga terjadi macet total, terpaksa kami harus uraikan beberapa jam dengan mengiring kendaraan yang menyalip kita mundur kan ketempat parkir yang jauh," ungkap nya.
Kemacetan disekitar Tele semakin parah ketika kendaraan roda empat yang mengalami mogok akibat over head, mesin panas serta radiotar rusak dan lainnya.
"Tapi kita bersyukur juga angkutan KMP Ferry di Pelabuhan Simanindo kembali normal ketika KMP Ferry Julaga kembali bisa beroperasi kembali," ujarnya.
Selama liburan lebaran tersebut terdapat kecelakaan antara roda empat kontra roda dua yang menyebabkan tewasnya pengendara sepeda motor akibat terbentur nya kepala korban ke aspal.
"Helm korban pecah ketika terjatuh ke aspal jalan," jelasnya.
Usai operasi ketupat Toba berakhir, pihaknya mengaku akan menjalankan pola pengamanan lalu lintas dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dengan pengamanan dan pelayanan lalulintas di objek objek wisata.
"Dikesempatan ini kami tetap menghimbau kepada para pengendara untuk tetap hati-hati berkendara agar tetap selamat sampai tujuan, dan kami juga menyampaikan terimakasih kepada dukungan kepada Kapolres Samosir dan seluruh jajaran khususnya kepada masyarakat serta medi," pungkas AKP Natanail Surbakti.**(Gb-ferndt01)
















