
Kejar Herd Immunity, Puskesmas Medan Labuhan gelar ORI Campak (13/3- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com–Kasus suspek campak masih menjadi perhatian di Sumatera Utara pada awal 2026. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat ratusan laporan kasus, sementara Kota Medan bahkan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat peningkatan signifikan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat hingga Februari 2026 atau pada Minggu ke-7, terdapat 8.224 kasus suspek campak dan 572 kasus terkonfirmasi positif di Indonesia. Selain itu, terjadi 21 Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi.
“Di Sumatera Utara, berdasarkan data per 4 Maret 2026, sebanyak 387 kasus suspek campak dilaporkan pada awal tahun 2026 di Sumatera Utara,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Faisal Hasrimy.
Diketahui Dinas Kesehatan Kota Medan sebelumnya telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak setelah jumlah kasus terus mengalami peningkatan signifikan.
Dinas Kesehatan Medan mencatat sebanyak 126 kasus suspek campak sejak Januari 2026 yang tersebar di 18 kecamatan.
"Kecamatan dengan jumlah suspek tertinggi berada di Medan Marelan," ujar
Ketua Tim Kerja Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Medan, Julhilminil Amani Hasibuan pada 3 Februari 2026.
Dijelaskannya,, Kota Medan masih berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sejak 2024. Pada 2024, tercatat 109 kasus positif campak, meningkat menjadi 319 kasus pada 2025.
Sementara pada 2026 hingga Januari belum ada kasus positif terkonfirmasi, namun telah ditemukan 126 suspek yang didominasi anak-anak.
Terkait imunisasi, Julhilminil mengatakan setiap anak seharusnya menerima tiga dosis imunisasi campak, yakni saat usia 9–11 bulan, 12–24 bulan, dan saat usia sekolah melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kelas 1 sederajat.
Untuk 2025, capaian imunisasi bayi usia 9–11 bulan sebesar 87,9 persen dari sasaran 35.142 anak. Capaian baduta 81,7 persen dari sasaran 35.085 anak. Sedangkan BIAS mencapai 55,6 persen dari sasaran 36.284 anak.
Sementara pada 2026, capaian pelaksanaan Outbreak Response Immunization (Imunisasi Respons Wabah) atau ORI campak hari ke-10 pertanggal 14 Maret 2026 di seluruh puskesmas dinas kesehatan Kota Medan mencapai 31,6 persen dari target imunisasi pada anak.
“Tercatat 126 Suspek Campak Ditemukan, Medan Marelan Tertinggi," ujar Julhilminil Amani Hasibuan pada wartawan pada Selasa, 3 Februari 2026.
Terpisah, Kepala Puskesmas Medan Labuhan dr Imelda Iriana Purba menyatakan bahwa capaian imunisasi di wilayah kerjanya telah mencapai 22,4, persen dari target sasaran 2.464 anak.
"Untuk pelaksanaan ORI Campak yang dicanangkan dari 4 Maret sampai 10 April mendatang, pertanggal 13 Maret 2026, Puskesmas Medan Labuhan telah mencapai 22,464 persen imunisasi pada anak," ujar dr Imelda Purba usai acara Buka Puasa Bersama di Puskesmas Medan Labuhan bersama masyarakat dan jurnalis.
Pelaksanaan ORI Campak munisasi dilakukan di posyandu, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya secara intens untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok sebesar 95 persen imunisasi dari seluruh target imunisasi campak.
Imelda Purba menegaskan agar orang tua melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal, segera memeriksakan anak bila mengalami gejala seperti demam, ruam merah, batuk, pilek, dan mata merah, serta membatasi kontak dengan orang sakit.
“Jangan percaya dengan hoaks imunisasi. Imunisasi ini aman, halal, dan efektif untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti campak,” pungkas Imelda Purba.















