Notification

×

Iklan

Iklan

Diskusi Publik “Reset Indonesia” Ajak Publik Menata Ulang Arah Masa Depan Negeri

5 Feb 2026 | 11:57 WIB Last Updated 2026-02-05T04:57:18Z

Diskusi Publik Reset Indonesia di Medan Hadirkan Langsung Dandhy Laksono (4/2- phone iwo/gb)

 GREENBERITA.com–Indata Komunika Cemerlang akan menggelar acara bedah buku bertajuk “Menguji Reset Indonesia” karya Dandhy Laksono, Farid Gaban, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu pada Kamis, 5 Februari 2026 di Serayu Café and Space. 


Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog kritis untuk membahas transformasi besar yang dibutuhkan Indonesia menghadapi tantangan masa depan.


Acara ini menghadirkan Dandhy Laksono dan Benaya Harobu sebagai narasumber utama, serta akademisi Ibnu Avena Matondang sebagai pembanding.


Direktur Utama Indata Komunika Cemerlang, Fika Rahma, menyampaikan bahwa buku ini merupakan refleksi mendalam atas kondisi bangsa. “Kita tidak bisa terus berjalan dengan pola lama. Reset Indonesia adalah tawaran untuk memulai kembali dengan fondasi yang lebih kokoh,” tuturnya, Selasa (3/2/2026).


Beberapa poin utama yang akan dibahas dalam kegiatan ini mencakup analisis kritis terhadap kebijakan publik yang selama ini berjalan, serta visi baru berupa strategi reset di sektor ekonomi, pendidikan, dan hukum. Selain itu, akan dilaksanakan dialog terbuka yang memberi ruang interaksi langsung antara audiens dan para pemikir kritis.


Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan mekanisme pendaftaran melalui pembelian tiket yang dapat ditukarkan dengan buku Reset Indonesia dan snack. 


“Dengan membeli tiket, peserta sudah mendapatkan langsung buku Reset Indonesia dan snack dalam acara. Melalui diskusi ini, diharapkan lahir diskursus yang konstruktif demi kemajuan Indonesia yang lebih baik,” papar Fika Rahma.


Ditambahkannya, kegiatan ini berkolaborasi dengan Green Justice Indonesia. “Jadi kita tidak hanya diskusi tentang buku Reset Indonesia, melainkan ada pameran foto bencana dan talkshow bertema Suara Anak Muda dan Krisis Iklim oleh kawan-kawan dari Green Justice Indonesia,” ungkapnya.


Talkshow tersebut akan membahas suara anak muda dan krisis iklim, termasuk rangkaian bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada penghujung 2025. 


Peristiwa itu menimbulkan korban jiwa lebih dari seribu orang, ratusan masih hilang, ribuan desa terdampak, serta puluhan wilayah lenyap, dengan kerugian harta benda yang besar. 


Kondisi ini menunjukkan kerentanan wilayah terhadap krisis iklim, degradasi lingkungan, serta lemahnya kesiapsiagaan dan mitigasi berbasis komunitas.


Bencana tersebut menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang sedang dan akan terus dihadapi masyarakat. Karena itu, diperlukan ruang dialog yang mempertemukan perspektif visual, sains iklim, advokasi lingkungan, serta refleksi kritis melalui literasi publik.


Talkshow menghadirkan narasumber Prayugo Utama dari Voice of Forest, Nanda Fahriza Batubara sebagai jurnalis, Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Utara Wahyu, serta Direktur Green Justice Indonesia Panut Hadisiswoyo.


Fika Rahma menjelaskan, rangkaian acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan talkshow “Suara Anak Muda dan Krisis Iklim”, kemudian diskusi buku Reset Indonesia.


Indata Komunika Cemerlang merupakan perusahaan komunikasi massa yang bergerak di berbagai bidang sekaligus menjadi wadah diskusi yang berfokus pada isu sosial dan pembangunan di Indonesia. Salah satu tujuannya adalah menjadi penggerak kemajuan bangsa melalui aksi nyata dan program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.**(gn-ferndt01)