GREENBERITA.com–Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (18/2/2026), sekaligus berdialog dengan warga dan memastikan penanganan serta bantuan bagi korban terdampak bencana.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Bobby berdialog langsung dengan warga saat proses evakuasi dan pembersihan lokasi terdampak banjir. Ia juga melihat langsung kondisi permukiman warga yang mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian bergeser akibat luapan air Sungai LopianHulub pada Senin (16/2/2026) lalu.
Sejumlah warga menyampaikan keluh kesah karena tidak dapat lagi menempati rumah mereka, bahkan kehilangan bangunan tempat tinggal, sebagaimana pernah terjadi di wilayah lain di Tapteng pada November 2025 lalu.
“Kita lihat kondisinya bagaimana untuk bangunan rumah warga. Karena ada kategori kerusakannya, ringan, sedang atau berat. Untuk beberapa titik yang terdampak, sudah kita tinjau,” ujar Bobby di sela peninjauan lokasi bencana.
Gubernur juga meyakinkan warga terkait bantuan yang akan diberikan pemerintah, baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten, termasuk dalam penanganan infrastruktur serta penyediaan hunian tetap (huntap).
“Bantuannya kita siapkan, dari pemerintah pusat juga ada, dan kabupaten. Untuk Bapak Ibu nanti pakai rekening Bank Sumut, kalau belum, biar kami yang buatkan atas nama siapa,” jelas Bobby.
Terkait penanganan bencana, Bobby meminta pemerintah mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten untuk segera menyiapkan data faktual warga terdampak.
“Kita minta supaya data masyarakat yang terdampak bencana, segera bisa kita terima dari kabupaten. Begitu juga proses penanganan bencana, kita sudah ada skema Rencana Rekonstruksi, Rehabilitasi Pascabencana (R3P),” tegasnya.
Senada dengan itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan bahwa banjir yang terjadi pada Senin (16/2/2026) melanda beberapa kecamatan. Bahkan di Kecamatan Tukka, dampaknya tergolong cukup parah hingga menyebabkan pemadaman listrik.
Usai peninjauan, Gubernur berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan penanganan bencana yang terjadi pada pertengahan Februari 2026 tersebut, mengingat bencana serupa juga terjadi di sejumlah daerah di Sumut pada November 2025 lalu.**(gb-ferndt 01)











