GREENBERITA.com– Kerugian akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara ditaksir mencapai hampir Rp10 triliun, dengan ratusan korban jiwa dan jutaan warga terdampak.
Estimasi tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kepada Presiden Prabowo Subianto secara daring di posko tanggap bencana di Gedung Bakti Kwarda Sumatera Utara, Minggu, 7 Desember 2025.
"Estimasi kerugian akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 17 kabupaten dan kota mencapai Rp 9,98 triliun. Angka tersebut merupakan total kerusakan yang terjadi. Sektor infrastruktur adalah 23 ruas jalan nasional, 3 jembatan nasional, kemudian 25 ruas jalan dan 5 jembatan milik provinsi," ujar Bobby Nasution.
Mulai dari infrastruktur, pertanian, pendidikan, kesehatan, perumahan hingga rumah ibadah tercatat mengalami kerusakan signifikan. Sebanyak 1,5 juta jiwa terdampak, dan 13 kecamatan masih terisolir, namun seluruh distribusi bantuan dipastikan tetap terjangkau.
Sektor pertanian antara lain 4.359 meter saluran irigasi, 26 titik tanggul, 38.878 hektare lahan pertanian, serta puso 5.750 hektare. Sektor perkebunan dengan 28.328 hektare dan peternakan 161.949 ekor. Sektor pendidikan sekitar 397 sekolah yang rusak. Sektor kesehatan, 18 unit rumah sakit, 25 unit puskesmas, 19 unit puskesmas pembantu, serta 9 unit polindes. Sektor perumahan sekitar 99.169 unit rumah dan 131 rumah ibadah terdampak.
Gubernur Bobby menegaskan komitmen Pemprov Sumut untuk mempercepat seluruh proses penanganan, termasuk pencarian korban yang masih hilang.
“Kami dari Pemprov berupaya mempercepat penanganan bencana ini,” kata Bobby.
Presiden Prabowo mengapresiasi sinergi seluruh pihak dari mulai Gubernur, Bupati/Walikota, TNI/Polri, BPBD, dan relawan—yang terus bekerja tanpa lelah.
“Dengan kekompakan, kita mampu menghadapi musibah ini,” ujar Presiden.
Data terakhir, 420.631 keluarga atau 1.578.014 jiwa terdampak bencana. Pengungsi mencapai 10.902 keluarga atau 45.032 orang. Jumlah korban meninggal mencapai 330, 650 luka-luka, dan 136 orang belum ditemukan.**(Gb-Ferndt01)











