Notification

×

Iklan

Iklan

Renungan Minggu: Orang yang Mencari Tuhan Akan Memuji dan Memuliakan namaNya

28 Apr 2024 | 10:36 WIB Last Updated 2024-04-28T03:36:07Z
 
Pdt. Rein Justin Gultom, STh, MA


Ingkon Mamuji Jahowa di angka nauso uso dibagasan Ibana 
(Mazmur 22:26-32) 


 _Oleh
Praeses HKBP distrik VII Samosir_ 



Dalam natz ini, digambarkan situasi pemazmur di tengah situasi mencekam gawat darurat, diujung tanduk dan diambang kematian. 

Bahkan bila kita baca di dalam ayat sebelumnya, pedih dan pahitnya derita yang dialami dalam hidupnya, pemazmur menamai dirinya bagai ulat dan bukan orang, dihina orang banyak, diolok olok dan dicibir (ayat 7).

Dirinya bagai lembu jantan yang berkerumun dan siap menyerang hidupnya, mengangakan mulutnya untuk melahapnya, orang banyak bagai banteng datang mengepung dirinya, seperti singa yang menerkamnya demikian kepedihan hidup yang dialaminya, hingga dia tidak kuasa lagi dalam hidupnya, hidupnya bagai lilin hancur luluh dalam dada (ayat 13). 
Dia berpikir Allah sudah meninggalkan kehidupannya?

Tapi dalam situasi pahitnya hidup, kepada siapakah Dia berseru? 
The end justify the meaning kah? 
Adakan penghalalan segala cara?   
Kucari cari ayahku, di dalam deritaku, seperti lantunan lagu dimana akan kucari, karya Rinto Harahap yang tenar tahun 80-an? 

Hingga dia menangis namun tidak ketemu? Dunia ini memang tidak mampu menjawab tangisan, kalau demikian siapa lagi?


Ketika kita baca dalam ayat 1, Pemazmur berseru bukan kepada dunia, seperti suara Kristus dalam derita yang dialaminya: pemazmur berseru hanya kepada bapaNya. 

Dia memandang bapaNya bagai kasih ibunya yang selalu mendekapnya untuk hidup lebih jelas ayat 10 dlm Bahasa Batak: bagot ni dainang sipapos rohangku, (aku nyaman dalam dada ibuku), itulah sebabnya dia berseru Allahku mengapa engkau tinggalkan aku (ayat 1, Mat 27:46)

Jikalau dunia tidak dapat lagi mendengar jerita, tangisan dan pilu didunia ini, kalau ayah dalam lantunan lagu Rinto Harahap tidak dapat memberi jawab? 

Tapi lihatlah pemazmur di dalam teks khotbah ini dalam penderitaan yang dialaminya Pemazmur tidak putus asa, Dia mencari dan mencari, orang percaya tau Tuhan satu satunya tempat pengaduannya (He is The only one). 

Tuhan tidak menyembunyikan WajahNya malah Dia mendengar orang orang yang menjerit, sekalipun tidak memandang hina, atau merasa jijik dengan kesengsaraan orang yang tertindas dan yang lebih hebat Tuhan menunjukkan wajahNya bagi orang yang mencariNya (ay 25). Benarlah apa yang dikatakan Injil Mateus: carilah, maka kamu akan mendapat; sebab setiap orang yang mencari Dia akan mendapat (Mat 7)


Jangan khawatir Tuhan menampakkan diri dalam hidupmu, Tuhan melindungi dan menampakkan wajahNya bagi mereka yang mencarinya (Bil 6:24-26). Apa hadiah dari Tuhan bagi mereka yang mencarinya?! Akan makan kenyang (ayat 27), 

Makin jelas kalau Kita baca pasal setelahnya dalam fatsal 23 tentang Gembala yang baik. Orang yang mencari dan mencari sebesar apapun gelombang dahsyat derita yang menerpa hidupnya. 

Tuhan yang telah menampakkan wajahNya dan memberi sinar hidup bagimu, Dia akan menjadi Gembalamu. Dia akan menuntunmu, memberi dan melengkapi segala apa yang dibutuhkan hidupmu: Dia akan membaringkan ke Padang berumput hijau, membimbingmu jevsir yang tenang, menyegarkan jiwamu, dan menuntunmu di jalan yang benar (Mzm 23). 

Ketakutan tidak menghantui dirimu, sebab Dia jengawalmu, tidak perlu takut dalam bahaya, sebab gada dsn tongkat Tuhan bersamamu selalu 


Seseorang yang berjasa dan melakukan yang baik, pantaslah diingat bahkan diapresiasi. Hadiah penghargaan dan penyematan lencana senantiasa menjadi miliknya. 

Bagi orang Batak pantas diberi ulos yang terbaik dsn termahal. Tuhan telah berbuat yang luar biasa bagi Kita, hingga kematian ditanggungnya untuk menyelamatkan orang yang percaya yang selalu mencari Dia.

Karena keberpihakanNya, tidak menyembunyikan mukaNya dan bersedia mendengar jeritan UmatNya. 
Dia sudah berbuat baik bagimu, bagiku dsn bagi kita untuk itu Jangan lupakan lagi namaNya. Jangan lagi mencari cari ilah ilah lain memandingiNya. 

Jangan lagi mangelek Tao dan mencari kuasa kuasa kegelapan di tempat tempat keramat, hasipelebeguon dan Pusuk Buhit, ingatlah itu tidak akan mampu dsn bisa menyelamatkanmu. God our Lord, He iS the only one to save you, believe it.   
Pujilah Dia dalam hidupmu. 

Orang yang diselamatkan harus memuji-muji dan memuliakannya, Leave this.

Ketika 10 orang berpenyakit kusta sembuh 9 orang, namun apa yang terjadi?  

Yang sembuh lupa akan kasih sayang Tuhan. Dia tidak mengingat dan memuji Tuhan hanya 1 orang yang berkenan memuji muji NamaNya, biarlah kita ikut dalam rombongan yang 1 itu, yang mengingat, memiliki dsn setia kepada Tuhan selagi kita diberi waktu hidup di dunia ini
Semoga. 


(Penulis saat ini melayani sebagai Praeses HKBP Distrik VII Samosir)