Notification

×

Iklan

Iklan

Wali Kota Hadir pada Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2023 di Kantor BI Siantar

31 Jan 2024 | 15:01 WIB Last Updated 2024-01-31T08:01:36Z
 
Acara Peluncuran Laporan perekonomian Indonesia Yang Di Hadiri Oleh Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani SpA 

GREENBERITA.com- Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA menghadiri acara Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) Tahun 2023 secara online (daring), Rabu (31/01/2024) pagi. dr Susanti bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Muqorrobin mengikuti kegiatan tersebut dari Aula KPw BI Pematangsiantar Lantai 4. 

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara yang digelar di Jakarta dalam sambutannya sebelum Peluncuran LPI 2023, mengungkapkan tiga hal yang akan dijadikan acuan oleh BI untuk mengelola perekonomian Indonesia pada tahun 2024.

Perry mengatakan, pertama kinerja perekonomian Indonesia yang terbukti stabil pada tahun 2023, dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen, hingga inflasi terkendali di bawah target sasaran 2 persen-4 persen.
Dengan capaian itu, Perry mengatakan, membuat Indonesia akan lebih optimistis menjalankan roda perekonomian pada tahun 2024 dengan pertumbuhan ekonomi sedikit di atas 5 persen dan inflasi semakin rendah di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

"Jadi pesan, pertama bersyukur atas kinerja kita pada 2023, optimistis atas prospek 2024, dan tetap waspada," kata Perry.

Perry mengatakan optimisme untuk 2024 itu berasal dari prospek tren suku bunga acuan bank sentral global yang mulai turun pada semester II-2024, seperti Bank Sentral AS, The Federal Reserve yang menurutnya akan menurunkan suku bunga acuannya mulai paruh kedua tahun ini.
"Dan dolar masih kuat tapi setelah Fed Fund Rate akan turun tentu saja mereda. Tiongkok memang melemah ekonominya dan geopolitik global masih akan naik turun, tapi jangan itu membuat kita surut, optimis, tetap waspada 2024," tegas Perry.

Pesan kedua yang ia sampaikan ialah komitmen BI akan terus ia pastikan memperkuat bauran kebijakan, seperti kebijakan moneter yang diarahkan untuk stabilitas ekonomi makro, sedangkan kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan

"Pesan kedua ini kami akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter tetap pro stability sambil melihat celah semester II apakah ada peluang penurunan suku bunga, menstabilkan kurs," tuturnya.

"Tapi makroprudensial sistem pembayaran pendalaman pasar, UMKM terus tidak kita kasih kendor, pariwisata dan hilirisasi akan kami lakukan," tegas Perry.

Pesan ketiga, atau terakhir yang ia sampaikan ialah komitmen BI untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya dalam meramu kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.

"Keberhasilan hanya bisa dicapai kalau kita berkolaborasi, bekerja sama, bersilaturahim, bermajelis. Dengan sinergi dengan KSSK, perbankan, pasar uang, dunia usaha, media, akademisi. Karena sinergi itu yang membawa kita kepada ketahanan ekonomi," ungkap Perry.

Turut hadir, Deputi KPw BI Pematangsiantar Yuda Wirawan, Asisten Perekonomian dan Peembangunan Pemko Pematangsiantar Zainal Siahaan SE MM, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Herbert Aruan, Kepala Dinas Katahanan Pangan dan Pertanian L Pardamean Manurung, Kabag Perekonomian Hendra Simamora, serta perwakilan Pemkab Simalungun. 



(Gb-Ribka05)